Pemkab Bursel-Kementerian Pertanian MOU Pengembangan Potensi Pertanian

oleh
oleh
Bupati Bursel Tagop Sudarsono Soulissa dan Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Provinsi Maluku, Yusuf bertukar cindera mata usai penandatanganan MOU di Auditorim Lantai II Kantor Bupati Bursel, Senin (17/9/2018). FOTO : TAUFIK (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-NAMROLE-Dinas Pertanian Kabupaten Buru Selatan (Bursel) dibawah pimpinan Aminudin Bugis menandatangani nota kesepahaman (MOU) dengan Kepala Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian RI, yang diwakili Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Provinsi Maluku, Yusuf.MP.

Penandatangan nota kesepahaman ini berlangsung di Auditorim Lantai II Kantor Bupati Bursel, Senin (17/9/2018) yang disaksikan Bupati Bursel Tagop Sudarsono Soulissa, Wakil Bupati  Buce Ayub Seleky, Sekda Bursel, Syahroel A. E Pawa serta  para asisten bupati. Usai penandatanganan MOU, dilanjutkan pemberian cendera mata dari Yusuf.MP kepada Bupati Bursel serta pemberian 500 Buku Teknologi Inovatif Pertanian kepada Kadis Pertanian Bursel.

Bupati Bursel kepada wartawan usai penandatanganan MOU mengatakan, penandatangan kerja sama ini untuk memanfaatkan hasil-hasil pertanian di Bursel dan merupakan bagian dari percepatan dalam mendaftarkan produk unggulan potensi pertanian yang menjadi ciri khas Kabupaten Bursel.

“Kerjasama ini untuk memanfaatkan hasil-hasil pertanian yang ada di Bursel, dan yang terpenting lagi kita bisa sesegara mungkin untuk melakukan pendaftaran terhadap komunitas unggul kita seperti Hotong, Kentang Fakal, Padi Ladang dan lain-lain yang merupakan ciri khas daerah ini, sehingga nantinya menjadi varietas unggulan nasional,” ungkap Bupati Tagop.

Terkait lahan yang harus disiapkan untuk pertanian, Bupati  menjelaskan untuk Bursel tidak perlu dikawatirkan karena memiliki lahan yang sangat luas. “Kalau lahan di Bursel luas, dan banyak yang penting kita kerjasama dulu dengan Badan Litbang Pertanian yang nantinya bisa menghasilkan berbagai hasil penelitian maupun pendataan yang baik sehingga nantinya kita dalam menerapkan program-program di tahun 2019 itu pas dan sesuai dengan daerah kita,” jelas Bupati dua periode ini.

Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Provinsi Maluku Yusuf.MP mengatakan kerja sama ini tidak hanya sebatas pada penandatangaan MOU saja, namun perlu ada tindak lanjut dalam mempersiapkan program-program unggulan pertanian Kabupaten Bursel untuk dipromosikan. “Kami harus secepatnya melakukan follouw up kegiatan dengan melakukan beberapa hal yaitu pembuatan peta audiet untuk menentukan kesesuaian komuditas, pemupukan, sesuai atau tidak sesuai, dan disitu bisa dilihat karena itu skala detail,” kata Yusuf.

BACA JUGA :  Gubernur Ingatkan Munculnya Watak Intoleran

Ia menekankan, hal yang paling penting adalah cukup banyak komunitas unggulan spesifik lokasi yang belum terangkat Bursel, sehingga itu itu harus didaftar sekaligus dilepaskan. “Kalau tidak didaftarkan ada kemungkinan ada pihak luar atau daerah luar ambil dan menjadi miliknya mereka, itu harus dijaga. Kami berharap agar sebaikanya dipercepat pendaftaran dan pelepasan komunitas unggulan yang ada di Bursel,” katanya. (FIK)

No More Posts Available.

No more pages to load.