40 Pemuda Ambon Siap Jadi Juru Bicara Pancasila

oleh
oleh
Pelatihan Juru Bicara Pancasila yang berlangsung di Hotel Marina Ambon 28 September hingga 1 Oktober 2018. FOTO : PRISKA BIRAHY (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Indonesia perlu dipahami sebagai rumah bersama. Satu-satunya negara kepulauan terbesar dengan ribuan suku jadikan Indonesia ekosistem yang heterogen. Masyarakat yang beragam latar belakang itu jadi aset kekayaan yang tak dimiliki negara lain.

Sebagai rumah sudah tentu perlu dijaga. Rumah berarti jadi tempat berlindung, ruang yang nyaman aman bagi sesama. Komunitas Bela Indonesia (KBI) mengadakan program pelatihan Juru Bicara Pancasila di 25 provinsi. Ambon, salah satu kota yang disinggahi mereka. Terdapat 40 peserta yang mengikuti pelatihan itu pada 28 September hingga 1 Oktober 2018 di Hotel Marina Ambon.

Salah satu aktifitas kelompok bagi peserta pelatihan Juru Bicara Pancasila yang berlangsung di Hotel Marina Ambon 28-1 Oktober

Berbeda dengan pelatihan juru bicara lain, juru bicara Pancasila berarti mereka perlu menyelami makna dan dasar bangsa. Hal tersebut yang menjadi benang merahnya. “Mereka yang ikut ini dicetak untuk jadi juru bicara Pancasila. Nantinya jadi ambassador serta memahami Indonesia sebagai rumah bersama,” sebut Milastri Muzakkar fasilitator utama kepada Terasmaluku.com usai kegiatan, Senin (1/10/2018).

Materi-materi kebangsaan yang mungkin saja pernah didapat sebelumnya lebih dipertajam dan dalam lagi. Ada banyak hal yang dibahas bersama 40 peserta yang mayoritas anak muda. Menurut Mila, pemilihan peserta pun bukan dengan tanpa seleksi. Mereka yang ikut bukan lagi orang baru.

Ada yang dari komunitas, bergerak di bidang perdamaian, pendeta, ibu rumah tangga, jurnalis, musisi hingga penyair. Mereka-mereka ini, anak muda yang memiliki latar kuat serta terlibat berbagai hal seputar kebangsaan dan nasionalisme.

Mereka juga dibekali dengan bahasan seputar isu terorisme dan intoleransi, bedah ayat kitab suci yang kerap dijadikan pembenaran berbagai tindak destruktif di Indonesia, manajemen media sosial, pelatihan menulis dan dilatih berargumentasi secara cerdas berisi.“Mereka dilatih debat juga. Debatnya bukan diforum tapi seperti menanggapi komentar di media masa. Bagaimana argumen mereka tidak kosong,” aku salah satu penggerak di Genarasi Literat itu.

BACA JUGA :  Sebanyak 23.674 Siswa SMA se Maluku  Ikut UN 2017

Dalam diksusi kelompok selama empat hari itu mereka diberikan tugas untuk membuat video, vlog, hingga meme yang ada hubungannya dengan materi yang didapat. Bagaimana cara produksi konten kreatif bagi kaum milenal bernafaskan semangat kebangsaan yang utuh. Kegiatan ini bukan baru kali pertama.

Mila lebih dulu menggelar kegiatan ini pada beberapa kota. Ambon punya ciri khas tersendiri dibanding di kota-kota lainnya. Dia mengakui dinamika kelompok anak muda di Ambon amat terasa. Anak muda Ambon, lanjut dia tak banyak bicara namun aktif bekerja. Dirinya cukup takjub dengan berbagai kegiatan dan usaha serupa sebelumnya. Anak muda di sini sudah lebih dulu bergerak melalui linimasa yang ada. “Anak muda di sini sangat lugas,” imbuh dia.

Memang gaungnya tidak seperti yang terdengar di luar. Namun itu berdampak nyata dan terasa. Nah, dengan pembekalan Juru Bicara Pancasila ini, mereka makin dikuatkan soal kebangsaan dan ideologi bangsa yang jadi payung bagi semua orang.

Usai pelatihan mereka mereka ini tidak dibiarkan begitu saja. Ada projek-projek yang harus digarap bersama. Dana stimulant diberikan sebagai bekal modal menjalankan projek secara mandiri. Harapannya 40 anak ini menjangkit virus yang baik berkonten lokal kepada milenial lain di Kota Ambon.(PRISKA BIRAHY)

No More Posts Available.

No more pages to load.