Cek Dan Kenali Gempa Agar Tidak Panik

by
Lutfi Pary Kepala Seksi Observasi BMKG Stasiun Geofisika Ambon menunjukan peta geologi yang menyebutkan Indonesia termasuk Maluku rentan terhadap gempa dan tsunami. FOTO : PRISKA BIRAHY (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Gempa dan tsunami yang terjadi di Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Sigi pada Jumat 28 September lalu menyisakan duka. Masyarakat se-Indonesia pun merasakan hal pilu yang sama. Namun perlu diingat gempa yang berpotensi tsunami itu bisa saja terjadi di kota atau pulau lain.

Berdasarkan peta geologi yang dikeluarkan pihak BMKG, pulau di Indonesia amat rentan kejadian serupa. Banyaknya patahan-patahan aktif, titik pergerakan lempengan bencana itu dapat berpotensi pasang surut yang berujung tsunami. Maluku, salah satu yang punya sejara tsunami.

Lokasi peta Pulau Ambon misalnya amat rentan. Dan bisa saja terjadi kejadian berulang. Lutfi Pary Kepala Seksi Observasi BMKG Stasiun Geofisika Ambon menyebut peta geografis Pulau Ambon terdapat garis cesar atau patahan yang masih aktif. “Garis ini yang bikin Pulau Ambon rentan. Cesar ini masih aktif,” jelasnya kepada Terasmaluku.com saat ditemui di ruang kontrol di Kantor BMKG Stasiun Geofisika Karang Panjang Ambon, Selasa (2/10/2018).

Kepada wartawan dia menjukkannya. Garis yang membentang di dalam Teluk Ambon melintasi beberapa lokasi. Seperti Tulehu, Galala, Alang hingga kawasan Leitimur. Cekungan itu lanjut dia, bisa akibatkan air pasang surut bila ada goyangan dalam skala tertentu. “Kalau tsunami tentu kekuatannya ada. Tidak semua gempa itu potensi tsunami. Gempa tidak bisa diprediksi datangnya. Kalau tsunami bisa,” terang dia.

Masyarakat Ambon diminta untuk tidak termakan isu atau berita yang tidak tepat di media masa dan linimasa. Yang perlu diingat yakni penanganan atau langkah pertolongan jika ada gempa yang cukup kuat dan lama. Dia menerangkan tanda-tanda yang bisa dikenali warga yakni gempa dengan kekuatan cukup tinggi serta berlangsung lebih dari 10 detik. Kemudian diikuti pergerakan surut air laut secara cepat.

BACA JUGA :  Road to IDC AMSI 2021 Siap Digelar di 8 Wilayah, Ini Yang Dibahas

Nah pada saat itu, pusat data BMKG bakal mengirimkan pesan tanda bahaya bagi seluruh warga. Cara ini sebagai langkah antisipasi serta mengecilkan jumlah korban. BMKG lanjut dia telah bekerjasama dengan salah satu provider besar di Maluku. Info gempa segera dikirim langsung ke nomor warga begitu ada tanda-tanda bahaya. Perlu diingat, skema pengiriman pesan singkat melalui SMS ini disertai header yang jelas bertuliskan INFO GEMPA dan diakhiri tagar BMKG.

“Selain sms juga ada email, fax, web dan koordinasi dengan stasiun berita. Nah, tinggal koordinasi saja apa mau dibagikan lewat toa masjid atau di gereja biar masyarakat lekas tahu,” sarannya. Jadi saat ada gempa pastikan dahulu info dan kekuatannya agar tidak menimbulkan kepanikan.(PRISKA BIRAHY)

No More Posts Available.

No more pages to load.