Ratusan Produk Tak Berizin Disita BPOM Ambon

oleh
oleh
Kepala BPOM Ambon Hariani menunjukan ratusan produk tanpa izin yang ditemukan di sejumlah kabupaten dan kota se Maluku dalam keterangan pers di kantornya, Senin (15/10/2018). FOTO : NUR FUAD (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM-,AMBON-Tim Pemeriksaan dan Penyidikan Balai Pengawasan Obat dan Maknan (BPOM) Ambon menyita 403 bungkus obat dan kosmetik ilegal di empat kabupaten dan kota di Maluku. Yakni Kota Ambon, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) dan Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB).

Dari empat kabupaten itu, produk tanpa izin edar terbanyak berasal dari Kabupaten SBB. Kepala BPOM Ambon Hariani mengungkapkan hal ini kepada wartawan di kantornya, Senin, (15/10/2018). Menurut Hariani, kosmetik dan obat-obatan yang disita di empat kabupaten dan kota itu atas laporan masyarakat.

Dari informasi itulah pihak BPOM Ambon langsung meninjau lokasi-lokasi yang menjual barang tanpa izin edar itu. Setelah ditelesur, produk-produk ini terbanyak beredar di Pulau Seram diantaranya Wahai dan Kobi Sadar Kabupaten Maluku Tengah (Malteng). Kedua tempat ini lanjut Hariani mendapat pasoka dari Kabupaten SBB.

“Setelah kita cek pemilik toko mengaku barang-barang ini dibeli dari SBB,”kata Hariani. Dia merinci 403 karton itu datang dari berbagai merk yang didalamnya terdapat sejumlah kemasan kecil yakni sebanyak 7.420 pack Tawon Liar, Mentalin. Obat kuat mentalin dijual seharga Rp 100 ribu perbungkus. Sementara Tawon Liar perkarton dijual seharga Rp 40 juta lebih.

Menurut Hariani, pihaknya terus menindaklanjuti apa bila ada unsur kesengajaan maka akan diberikan tindakan pidana untuk dilanjutkan ke pengadilan. “Kalau masih temukan di lokasi yang sama akan kita tindak lanjuti untuk dilakukan gelar kasus. Karena itu sudah ada unsur kesengajaan,”ujarnya. (UAD)

BACA JUGA :  PT Sumber Daya Wahana Serahkan APD Untuk Petugas Medis di Ambon dan Masohi

No More Posts Available.

No more pages to load.