Ratusan Pelajar Terancam Terlantar, Yayasan Pendidikan Mau Digusur

oleh
Ratusan siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTS) dan Madrasah Aliyah (MA) yang setara dengan SD, SMP dan SMA Yayasan Pendidikan Nurul Ikhlas kawasan Air Besar, Batumerah mau tak mau harus meninggalkan lokasi lantaran bangunan sekolah mereka bakal dieksekusi, Kamis (25/10/2018) sesuai ketetapan hukum yang diterbitkan Pengadilan Negeri Ambon. FOTO: IAN

TERASMALUKU.COM,AMBON-Pengadilan Negeri Ambon akan melakukan eksekusi terhadap Yayasan pendidikan Nurul Iklhas kawasan Air Besar, Batumerah Kecamatan Sirimau Kota Ambon,  esok, Kamis 25 Oktober 2018. Ekskusi tersebut berdasarkan penetapan ketua pengadilan negeri Ambon Nomor 5/pen.Pdt.Eks/2018/PN Ambon Jo Nomor 98/Pdt.G/1994/PN.Ab – tanggal 6 Agustus 2018 tentang perintah eksekusi dalam keadaan baik dan kosong.

Ratusan siswa yang tiap harinya menuntut ilmu di situ pun terancam tak bisa lagi bersekolah. Yayasan tersebut terdiri dari Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTS) dan Madrasah Aliyah (MA) yang setara dengan SD, SMP dan SMA. Meski telah ada keputusan yang berkekuatan hukum, eksekusi itu menuai penolakan dari berbagai pihak. Ketua Yayasan Pendidikan Nurul ikhlas juga masyarakat setempat buka suara sola itu.

Ketua Yayasan Nurul Ikhlas Nurhayati kepada wartawan di Ambon, Rabu (24/10/2018) mengatakan, jika eksekusi itu dipastikan berdampak bagi para siswanya juga anak-anak panti yang bernaung di bawah bendera yayasan itu. “Kita menolak eksekusi, sebab anak-anak akan terlantar, ada sebanyak 500 pelajar dari SD, SMP, dan SMP terancam tidak dapat pendidikan,” tegasnya.

 

Ia mengaku, penolakan yang dilakukan karena pihaknya juga mengantongi sertifikat maupun surat hibah dari pemerintah negeri Batumerah dari 1994.”Kita punya sertifikat Hibah itu dari 1994, kita berharap aman-aman saja dan tidak ada eksekusi,” katanya.

Sementara salah satu siswa MTS Nurul Ikhlas mengatakan, pemerintah kota Ambon harus memperhatikan hal ini karena saat ini sekolah sudah mau ujian. Jika eksekusi diteruskan bisa jadi mereka tidak bisa ikuti ujian sekolah.”Kami tidak mau sekolah ini digusur, karena kita dalam proses mau ujian, kalau sekolah ini digusur lalu kami mau sekolah dimana,” sebut salah seoarng siswa.(IAN)

BACA JUGA :  Mencari Pelayan Berkarakter, Ringkasan Khotbah Pdt. J.M. Manuputty

No More Posts Available.

No more pages to load.