Walikota Ambon : Dana Kembang Api Sumbangkan Semua Buat Korban Bencana

by
Pesta kembang api di Ambon tidak begitu Meriah. Itu lantaran walikota sumbangkan semua dana pembelian kembang api untuk membantu warga korban bencana alam di Lombok, Palu, Sigi, Donggala dan Banten. FOTO: Priska Birahy

TERASMALUKU.COM,-AMBON– Malam pergantian lazimnya diisi pesta kembang api yang meriah di langit. Nah di Kota Ambon perayaan pergantian tahun 2018 ke 2019 justru sedikit berbeda dan tak biasa. Kembang api yang dibakar tak sebanyak dan meriah tahun lalu. Tau-taunya, Walikota Ambon Richard Louhenapessy punya alasan khusus meniadakan pesta kembang api nan meriah itu. Dana alokasi untuk pembelian kembang api disumbangkan sepenuhnya bagi warga korban bencana alam di Indonesia.

Lautan manusia memadati Lapangan Merdeka Ambon dini hari (00.00). Salah satu lokasi paling strategis di pusat kota itu sengaja dijadikan perhelatan perayaan tahun baru. Sejak tempo, warga mulai datang ke lokasi demi menyaksikan meriahnya langit Ambon saat malam. Namun bisa dipastikan sebagian warga ada yang pulang dengan sedikit kecewa. Itu lantaran pesta kembang api tidak semeriah dulu.

Lima menit jelang pukul 00.00 Walikota Ambon memberi pesan sebelum tutup tahun 2018. Di situ, dia berucap sebuah pernyataan yang tak biasa di malam perayaan tahun baru. “Saya mohon maaf kepada warga kota, malam ini kita tidak menggelar pesta kembang api. Dana untuk kembang api kita sumbangkan semuanya untuk korban bencana di Palu, Sigi, Donggala, Lombok juga korban tsunami yang baru terjadi di Banten, Selat Sunda,” sebutnya lantang di hadapan ribuan warga kota.

Nilai sumbangan berjumlah Rp 250 juta itu diserahkan secara simbolis oleh Wakil Walikota Ambon Syarif Hadler lewat rekening Satu Indonesia TV ONE di Lapangan Merdeka. Ya, memang pesta pergantian tahun ini berasa kurang gereget dibanding 2017. Kembang api yang pecah di langit pun kebanyakan berasal dari warga yang datang. Menurut Richard jelang tutup tahun, ada banyak kejadian buruk menimpa sebagian warga Indonesia.

Dia pun berinisiatif menunjukkan kepeduliannya melalui sumbangan dari alokasi dana kembang api pesta kahir tahun di Ambon. Tentu ini sebuah keputusan baik yang perlu diacungi jempol. “Kita sumbangkan semuanya. Akhir tahun ini ada banyak kejadian bencana, kita warga Ambon peduli terhadap saudara-saudara kita di sana (daerah bencana, Red).

Durasi pesta kembang api memang tak sampai 1 jam. Namun masyarakat tetap antusias dengan keputusan tersebut. Mereka malah ada yang ikut senang, Ambon berkontribusi nyata dalam membantu korban bencana. “Kali ini seng talalu rame seng sama tahun lalu. Tapi tadi pak walikota bilang uangnya buat bantu korban bencana itu beta setuju sekali,” ucap Mira Sawitri, 30, warga Waihaong.

Meski perayaan tanpa semarak kembang api, toh masyarakat begitu, larut dalam keceriaan dan keseruan pergantian tahun. Panggung hiburan, suguhan lagu dangdut yang dibawakan penyanyi ibukota cukup membuat penanda awal tahun baru. tak sedikit pula yang memanfaatkan momen itu untuk bertemu teman, keluarga atau sekadar mengekspresikan kegirangan sambut tahun baru.

Yang pasti perayaan old and new di Kota Ambon punya pesan khusus yang dalam bagi warga korban bencana alam. Semoga tahun baru jadi langkah baru memulai hal baik bersama-sama. (PRISKA BIRAHY)