Tampilan Baru Perahu Dan Harapan Pendayung Poka-Galala

by
Valdo Sulilatu pendayung perahu di bawah Jembatan Merah Putih (JMP) Ambon, berharap agar makin banyak orang tertarik lagi naik perahu setelah diwarnai jadi lebih bagus. FOTO: Priska Birahy

 

TERASMALUKU.COM,-AMBON–Perahu, moda transportasi laut di bawah Jembatan Merah Putih (JMP) Ambon tampil berbeda dari biasanya. Warna kusam serta beratapakan terpal polos sudah tak ada lagi. Perahu-perahu jurusan Galala-Poka –Rumah Tiga itu berganti baju jadi lebih meriah, menarik dan segar dipandang.

Siang itu, Senin (28/1/2019) beberapa penumpang yang hendak naik terlihat senang. Mereka ada yang berfoto dengan latar perahu berwarna yang tengah parkir di pangkalan perahu Poka. Tak terkecuali dengan pendayungnya.

Valdo Sulilatu, 33, seoarang pendayung menyebut perahunya kini jadi lebih bagus dan menarik. “Sudah cat dengan banyak warna. Ya, lebih bagus,” katanya. Ada sekitar 20 unit perahu yang turut diwarnai. Menurutnya, para pendayung itu mendapat bantuan dari pemerintah kota melalui puskesmas se-kota Ambon.

Perahu-perahu di pangkalan Poka menanti penumpang untuk dibawa ke Galala atau sekadar berkeliling di Teluk Ambon

Bantuan itu, lanjut Valdo untuk memeriahkan acara pencanangan gerakan masyarakat sehat (GERMAS) pada Sabtu (26/1/2019) lalu. Acara tersebut berlangsung di bawah JMP dan melibatkan pada pendayung beserta perahu mereka yang dicat apik.

Tampilan baru perahu itu diakuinya cukup menarik perhatian. Meski dia tidak bisa berharap muluk-muluk. “Penumpang banyak atau sedikit ni tergantung. Seng bisa pastikan lai kalau su cat orang banyak. Tapi semoga saja, buat tambah-tambah pendapatan,” akunya. Valdo merinci, pendapatannya perhari rerata sekitar Rp 80.000 dengan tarif sekali perjalanan Rp 5.000 perorang.

Himbauan untuk tidak merokok yang ditulis pada badan perahu dengan tagar #sengmaurokok

Dulu, dalam sehari mereka bisa mengantongi hingga dua ratus ribu. Sayangnya, warga beralih ke moda transportasi yang lebih cepat, aman dan tepat sampai tujuan. Hal serupa juga disampaikan Robert Melyati. Pria yang sudah puluhan tahun menjadi pendayung itu mengaku senang menerima dukungan pemerintah dalam bentuk cat untuk memoles perahu-perahu di bawah JMP.

Namun dia tak berharap banyak, jika warna warni eye catching itu mampu menarik banyak penumpang. “Seng juga (banyak penumpang). Sebab katong sudah punya pelanggan sendiri. Syukur kalau orang jadi makin tertarik naik perahu,” aku dia. Sejak pembangunan JMP warga kota Ambon lebih banyak memanfaatkan fasilitas umum itu. Alasannya lebih cepat, mudah, dan aman.

BACA JUGA :  Selama 2018 Imigrasi Ambon Deportasi 16 WNA

Selain dicat, badan perahu juga diberi tulisan-tulian kecil. Tulisanya tentang himbauan untuk tidak merokok di perahu. Seperti salah satu tulisan; Tamang e …. Kalo naik jang isap rokok lai. Para pendayung perahu di bawah JMP itu berharap, cara tersebut bisa menopang perekonomian keluarga.(PRISKA BIRAHY)

 

 

No More Posts Available.

No more pages to load.