Jurnalis Terasmaluku.com Berhasil Capai Atap Sulawesi

oleh
Alfian Sanusi, Jurnalis Terasmaluku.com mencapai satu dari tujuh puncak gunung tertinggi di Indonesia, Rantemario Gunung Latimojong

TERASMALUKU.COM,-MAKASSAR-Mendaki puncak tinggi Indonesia merupakan impian dari setiap pendaki. Ada tujuh puncak yang selalu menjadi incaran dari para penggiat alam bebas yakni Carstensz Papua, Kerinci Sumatera, Rinjani NTB, Mahameru Jawa, Latimojong Sulawesi, Binaiya Maluku, dan Bukit Raya Kalimantan.

Kali ini Jurnalis Terasmaluku.com Alfian Sanusi yang  berhasil mencapai Rantemario puncak Gunung Latimojong yang berarti puncak kebahagiaan. Dia berhasil mencapai puncak Rantemario dengan mengikuti trip yang buka oleh Peak Outdoor service milik Budi Herman salah satu Seven Summits Indonesia dari Kota Ambon.

Jurnalis Terasmaluku yang juga merupakan aktivis Perhimpunan kanal Ambon ini di Tahun 2013 berhasil mendaki puncak Mahameru di Pulau Jawa, tahun 2015 puncak Binaiya di Maluku dan 2019 Puncak Rantemario di Selawesi.

Puncak Rantemario adalah puncak ketiga dari tujuh puncak yang telah dia daki, mimpinya adalah menjadi salah satu Seven Summits Indonesia seperti mimpi seluruh pendaki lainnya. Namun untuk mencapai Rantemario tidaklah mudah kerena perjalanan ke sana membutuhkan tenaga yang sangatlah ekstra.

Perjalanan dimulai Dari Makassar menuju Desa Baraka, Kecamatan Enrekang selama 8 hingga 9 jam perjalanan. Setelah itu dari desa Baraka menuju Karangan desa kaki Gunung Latimojong.

Untuk menuju Desa Karangan ini harus dengan mobil jeep atau truk karena medan jalan yang terjal. Menuju desa karangan kita melewati bibir-bibir jurang yang sangat dalam seperti menaiki roller coaster. Namun supir di daerah ini sudah sangat terlatih sekali di medan mengendarai mobilnya tanpa ada beban.

Setelah sampai di Desa Karangan, perjalanan dilanjutkan menuju Gunung Latimojong. Terdapat tujuh Pos pendakian hingga mencapai puncak pegunungan Latimojong ini.

Dari desa karangan menuju pos 1 ini kita melewati dan dimanjakan dengan kebun kopi milik warga. Setelah dari pos 1, kita memulai memasuki hutan menuju Pos 2 pendakian latimojong, di pos ini terdapat sumber air sungai. Dingin air di sungai ini seperti air yang dimasukan dalam pendingin.

BACA JUGA :  Kunjungi Polres MTB, Wakapolda Minta Anggota Polri Tetap Waspada Terhadap Sasaran Ancaman

Dari pos dua medan mulai terjal dengan kemiringan sekitar 75 derajat dengan jalur memanjat akar kayu dengan memegang tali rotan yang telah disediakan.

Dengan beban 10 hingga 20 kilogram yang dibawa para pendaki harus mencapai pos 5 pendakian Latimojong untuk istirahat. Karena pendakian menuju puncak akan dilakukan pada pukul 03.00 waktu setempat.

Di waktu pagi dini hari itu kita harus terbangun melawan kantuk dan dingin untuk menuju puncak, barang-barang berat semuanya ditinggalkan di tempat camp. Sebelum itu seluruh tim harus makan karena pendakian menuju puncak sekitar 4 jam perjalanan.

Saat berada di atap Sulawesi seluruh beban yang dibawa selama pendakian terasa hilang. Terdapat rasa syukur tersendiri karena dapat melihat lukisan tuhan yang sangat indah. Di atas sana kita juga akan merasa kecil dihadapan sang pencipta. (ALFIAN SANUSI)

No More Posts Available.

No more pages to load.