158 Warga Terjaring Operasi Pekat Polda Malut

oleh
oleh

TERASMALUKU.COM,-TERNATE-Kepolisian Daerah Maluku Utara menyebutkan sebanyak 158 orang terjaring Operasi Kepolisian Mandiri Kewilayahan tentang Pemberantasan Penyakit Masyarakat (Pekat) di 110 titik rawan.

“Operasi ini mulai dari kasus peredaran minuman keras, narkoba, perjudian, praktik prostitusi den pencurian,” kata Kabid Humas Polda Malut, AKBP Hendri Badar di Ternate, Senin (2/8/2019).

Sedangkan dalam Operasi Pekat Kieraha I tahun 2019 Polda Malut berhasil mengamankan benda dengan rincian 3.424 kantong plastik Cap Tikus, 164 botol kecil, botol sedang 30 dan botol besar Cap Tikus sebanyak 829 liter.

“Tentunya, dalam operasi ini, personel diharuskan mengedepankan penegakkan hukum yang didukung dengan kegiatan fungsi Kepolisian Iainnya,” katanya.

Hal ituĀ untuk menjamin ketertiban, kepastian dan perlindungan hukum bagi masyarakat dalam menciptakan serta memelihara situasi kamtibmas dan kondusivitas menjelang Hari Raya Idul Adha 1440 H dan Perayaan HUT Kemerdekaan RI tahun 2019 di wilayah hukum Polda Malut, kata Hendri saat didampingi Kaur Lipprodok Humas Polda Malut, Iptu Adam Conoras.

Operasi Pekat Kieraha I tahun 2019 Polda Maluku Utara dilaksanakan terhitung mulai 30 Juli hingga 10 Agustus 2019 dengan hasil diantaranya 19 botol bir, 38 kaleng bir, 29 botol bir hitam, 4 botol sedang ciu, 6 kantong plastik ciu , 70 liter ciu dan 3.070 liter saguer.

Sedangkan untuk kasus narkoba di Polda Maluku Utara dan Polres Halmahera Utara terdapat lima kasus judi, di Polda Malut 1 kasus, Polres Tenate (2), Polres Kepulauan Sula (1) serta Polres Halut 1 kasus dan 21 kasus prostitusi. (ant)

BACA JUGA :  Pekan Depan Hasil Penyelidikan Kasus DPRD Ambon Dilaporkan ke Kejati Untuk Diekspose

No More Posts Available.

No more pages to load.