Orang Tua, Stop Beri Label Untuk Anak

by

TERASMALUKU.COM,AMBON,-Anak-anak perlu terus dibekali untuk menjaga diri terhadap aksi perundungan atau bullying. Bahkan hal itu datang dari lingkungan terdekat, keluarga. Setidaknya melalui riset, 62 persen pelaku perundungan di lingkup keluarga adalah ibu.

Karena itu penting bagi orang tua juga anak paham akan hal tersebut. Hal itu disampaikan Dwi Prihandini founder Clerry Cleffy Institute saat berbagi tentang bullying kepada ratusan anak-anak Sekolah Minggu Tunas Pekabaran Injil (SMPTI) Jemaat GPM Betabara Kayu Tiga Kecamatan Sirimau, Kota Ambon Minggu (18/9/2019).

“Pelaku body shaming terbesar adalah ibu. Jangan sering ngelebel anaknya. Seperti kalau pakai baju itu kamu keliatan gemuk dan sebagainya,” sebutnya saat memberi materi Roadshow, Stop Bullying atau Perundungan di Gedung Gereja Betabara.

Menurutnya orang tua perlu membangkitkan kepercayaan diri anak dengan tidak memberi label atau stigma diri. Justru hal semacam itu dapat menjatuhkan selfesteem anak. Mereka jadi tidak bebas bertumbuh. Dini pun menekankan agar anak harus diberi pemahaman sedini mungkin bahwa bentuk tubuh sama sekali tidak menentukan prestasi melainkan lewat karya dan aksi.

Clerry Cleffy Institute bersama Firda Athira Foundation juga menggandeng salah satunya di Ambon, Yayasan Inayana untuk menanamkan nilai baik tentang citra diri kepada anak.
Pasalnya sudah ada banyak saluran yang dapat menjadi media perundungan anak.

Salah satu yang jamak yaitu media sosial atau lini masa. Anak-anak dapat dengan mudah menjadi korban perundungan jika tidak memiliki filter diri tang dibangun dari keluarga.
“Orang boleh saja komen tapi kalian tidak boleh memvalidasinya,” terang Psikolog Perdamaian itu.

Validasi artisnya saat ada ejekan atau perundungan kita tidak perlu mengiyakan perkataan atau tidak pelaku. Anak juga perlu dibiasakan memiliki sikap asertif. Artinyan saat diejek teman, langsung berbicara menyatakan ketidaksukaan pada hal tersebut.

BACA JUGA :  Protokol Kesehatan Keluarga Untuk Pencegahan Penularan Covid

Beberapa langkah itu dapat dipelajari dan mampu
Membantu anak berhadapan dengan kasus perundungan. Baik di lingkup pertemanan pun keluarga.

Usai membagi materi, anak anak juga diajak berinteraksi mengenai tema yang dibahas untuk memicu pemahaman mereka akan perilaku bullying atau perundungan.

Yakni dengan memberi pertanaan berhadiah sepeda gunung kepada dua anak. “Kita harus bantu anak kita percaya diri. Di lingkungan keluarga perlu membiasakan tidak melabel agar anak tumbuh jadi anak yang seutuhnya,” imbuhnya.

Pendeta Jemaat GPM Betabara, Nelly Maunari Sinay yang hadir usai ibadah anak pun menyambut positif kegiatan itu. Bahkan dia berharap ada kegiatan semacam ini rutin tidak hanya bagi anak tapi khusus orang tua. “Ini baik sekali orang tua juga perlu diberi tahu. Sebab selama ini katong orang tua sering juga kasih keluar perkataan yang tidak baik buat anak,” terang Nelly.

Dia berharap pemahaman kepada orang tua dapat lebih menumbuhkan awarness anak serta menjaga lingkungan yang sehat bagi pertumbuhan mereka. (PRISKA BIRAHY)

No More Posts Available.

No more pages to load.