Peringati Hari Kartini, Istri Gubernur Maluku Temui Napi di Lapas Perempuan

by
Merayakan momen Hari Kartini, Istri Gubernur Maluku Widya Pratiwi Murad Ismail mendatangi warga binaan Lembaga Pemasyarakatan  (Lapas) Perempuan Kelas III Ambon, Rabu (21/4/2021) pagi. Ia membagikan bingkisan kepada napi, warga binaan Lapas. FOTO : HUMASMALUKU

Dalam kesempatan itu, Widya juga menyerahkan bingkisan sebagai tanda tali kasih kepada warga binaan Lapas Perempuan Kelas II Ambon.

“Jangan di lihat nilai bingkisan ini. Harapan saya semoga bantuan ini dapat menjadi suntikan semangat, untuk kita terus berkarya, untuk dapat terus melanjutkan perjuangan hidup sebagai warga negara dan anggota masyarakat. Karena sebaik-baik manusia adalah yang memberikan manfaat paling banyak bagi lingkungannya.,” tutur Widya.

Tak lupa, Widya juga menekankan tentang protokol kesehatan bagi warga binaan Lapas. “Saat ini, kita masih dalam situasi pandemi, sehingga tak henti-hentinya, saya selalu ingatkan kepada kita semua untuk tetap mematuhi prokes dengan menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan dengan sabun. Semoga Allah SWT selalu melindungi kita dalam setiap kegiatan yang kita laksanakan di masa pandemi ini,” imbau Widya.

Sementara itu, Kalapas Perempuan Kelas III Ambon, Ellen Risakotta mengatakan, pihaknya mengaku kaget dengan kedatangan isteri orang nomor satu di Maluku ini.

“Sebelumnya ada pemberitahuan, tetapi rencananya masih menunggu konfirmasi lanjut tentang kepastian.¬†Tapi ternyata berdasarkan informasi yang kami dapati, rencana kunjungan beliau ke lapas adalah benar, sehinga dengan semangat kita persiapkan seluruh keterampilan yang telah dikerjakan para warga binaan di sini. Semua karya yang mereka kerjakan kita perbagus. Kemudian sampai kepada latihan menari, nyanyinya. Ada fashion shownya juga,” katanya.

Risakotta juga menjelaskan, di Lapas binaannya, pihaknya melakukan sejumlah rangkaian kegiatan untuk menyemangati warga binaan saat menjalankan rutinitas di sel dengan berbagai keterampilan. Dalam kunjungan Widya, Risakotta mengaku terjadi momen haru.

“Sikap itu respek. Itu merupakan rasa kepercayaan kepada para napi bisa berubah sikap,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, jumlah warga binaan sebanyak 67 orang. Rinciannya, narapidana 43 orang, tahanan 24 termasuk satu orang anak didik pemasyarakatan. (humasmaluku)