Kota Ambon Kembali Raih Penghargaan Nirwasita Tantra, Artinya Apa Ya?

by
Walikota Ambon Richard Louhenapessy didampingi Wakil Walikota Ambon Syarif Hadler usai menerima penghargaan di auditorium Dr Ir. Soejarwo Gedung Manggala Wana Bakti, Kementerian LHK-Jakarta, Selasa (16/6/2021). FOTO : MCAMBON

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Pemerintah Kota Ambon dan DPRD Kota Ambon kembali menerima penghargaan Nirwasita Tantra dan Green Leadership Nirwasita Tantra dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI Tahun 2020 untuk kategori Kota Sedang.

Penghargaan tersebut diterima langsung Walikota Ambon Richard Louhenapessy didampingi Wakil Walikota Ambon Syarif Hadler di auditorium Dr Ir. Soejarwo Gedung Manggala Wana Bakti, Kementerian LHK-Jakarta, Selasa (16/6/2021).

Nirwasita Tantra merupakan penghargaan untuk kepala daerah yang berhasil merumuskan dan menerapkan kebijakan sesuai prinsip metodologi pembangunan berkelanjutan, guna memperbaiki kualitas lingkungan hidup di setiap daerahnya.

Sementara Green Leadership Nirwasita Tantra diberikan kepada Ketua DPRD Kota Ambon, Elly Toisuta dengan kepedulian yang sama.

Sekretaris Jenderal Kementrian LHK, Bambang Hendroyono dalam laporannya mengatakan, penilaian bagi kepala daerah dan ketua DPRD penerima penghargaan, dilaksanakan dalam beberapa tahapan antara lain, pentapisan awal, analisa isu prioritas dan penilaian oleh tim independen, serta juga wawancara tim dengan kepala daerah.

Menteri LHK, Siti Nurbaya dalam sambutannya menyampaikan, pemberian penghargaan ini dilakukan sebagai salah satu dari rangkaian acara Hari Lingkungan Hidup yang jatuh pada 5 Juni lalu dengan tema restorasi ekosistem.

Dia mengakui, penghargaan ini merupakan sebuah proses panjang, yang dilakukan dengan tahapan-tahapan ketat serta melalui penilaian dari tim juri yang independen.

“Ini juga sebagai apresiasi dari pemerintah kepada kepala daerah dan Ketua DPRD atas aktualisasi kepemimpinan green dan deep green baik legislatif maupun eskekutif, dalam program kerja, dengan prinsip pembangunan berkelanjutan, guna perbaiki lingkungan hidup dan kelestarian lingkungan di wilayah masing-masing,” katanya.

Dia mengatakan, tidak dapat dipungkiri bahwa perspektif green dan deep green telah menjadi identitas global dan didukung generasi muda.

Sebab sesuai hasil survey kepedulian generasi muda atas lingkungan mencapai 21 persen, 96 persen juga menyebut upaya pelestarian lingkungan sangat penting untuk dipelajari sebagai isu global disekolah, dan 93 persen kawula muda juga sudah lakukan pelestarian lingkungan dan mempelajari pengetahuan yang berkaitan dengan lingkungan.

Sementara itu Walikota Ambon, Richard Louhenapessy pada kesempatan yang sama menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Kementerian LHK atas penganugerahan yang diberikan kepada Kota Ambon.

‘’Ini adalah penghargaan dari pemerintah khususnya KLHK, kepada warga dan masyarakat kota Ambon. Dan ini akan menjadikan Ambon untuk terus berpacu dalam menjaga lingkungan dan melestarikannya untuk generasi kedepan,’’ tandasnya. (IAN)