Ternyata Segini Harga Sapi Berbobot 900 Kg dari Presiden Jokowi Untuk Maluku

by

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Tidak hanya bobotnya yang fantastis, tapi nilai jual sapi kurban bantuan dari Presiden Joko Widodo untuk Maluku juga sangat fantastis jika dibandingkan kebanyakan sapi yang dijual peternak.

Sebagaimana diketahui, Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah Tahun 2021 untukĀ  Maluku kembali mendapatkan bantuan seekor sapi dari Presiden Jokowi.

Sapi peranakan Brahman ini dibeli dari peternak di Kabupaten Buru dan telah diserahkan ke Masjid Raya Alfatah Ambon, Senin (19/7/2021).

BACA JUGA : Ini Dia Sapi Kurban Berbobot 900 Kg dari Presiden Jokowi Yang Diserahkan ke Masjid Raya Al-Fatah

Plt Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku, Jasmin Badjak menjelaskan, sapi kurban dari Presiden Jokowi ini dibeli dari peternak sapi di Kabupaten Buru senilai Rp. 75 Juta.

Sapi berbobot 900 Kg ini berumur 5 tahun dan merupakan peranakan Brahman hasil kawin suntik silang atau Inseminasi Buatan (IB) dari induk Brahman dan Bali.

Plt Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku, Jasmin Badjak. Foto : terasmaluku.com

“Harganya itu Rp. 75 Juta, jadi pembayarannya langsung dari Istana Negara langsung ke rekening peternak di Buru, tidak melalui Dinas,”ungkapnya disela-sela penyerahan sapi kurban dari Presiden Jokowi ke Masjid Raya Al-Fatah Ambon, Senin sore.

Ditanyai mengapa sapi kurban bantuan Presiden selalu dibeli dari Kabupaten Buru, Jasmin menjelaskan karena di Buru disiapkan untuk sentra peternakan sapi dari jenis unggulan sehingga bobotnya bisa mencapai 900 Kg hasil Inseminasi Buatan (IB).

“Jadi ini melalui hasil IB kita, IB ini sudah kita lakukan sudah sejak 2013 dan kita genjot di beberapa sentra peternakan sapi (di Maluku). Salah satunya dari kabupaten Buru. dan Memang hasil yang didapat dari kawin alam ini lebih banyak di Kabupaten Buru, karena di kabupaten lain baru naik sedirkit (bobot) sudah dijual, tapi di Kabupaten Buru memang sudah kita siapkan sampai miliki bobot 900 Kg,”terangnya.

Namun kata dia menambahkan, saat ini program IB ini dikembangkan di kabupaten lainnya di Maluku selain Buru disamping juga di Maluku Tenggara dan Kota Tual.

“Tahun ini sudah mulai diikuti kabupaten lain seperti di Seram Bagian Barat (SBB) ada (sapi berbobot) 800 Kg. Dan kedepan sentra peternakan sapi ini ada di Kabupaten Buru, SBB, SBt dan Maluku Tengah itu yang sementara kegiatan IB ini sedang jalan,”sambungnya.

Tidak hanya Buru, SBB, SBT dan Malteng saja, program IB ini juga akan dikembangkan di Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual.

“Tahun ini kita ada intervensi lagi di dua kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual. Jadi kedepan kita dorong bobot-bobot sapi tidak lagi dibawah 100 tapi mungkin sudah diatas 100 karena benih yang kita datangkan itu benih-benih unggul sehingga miliki bobot yang luar biasa,”tandasnya. (Ruzady)