Kasus Proyek Gedung Fakultas MIPA, Siapa Yang Paling Bertanggungjawab? Ini Kata Kajari Ambon

by
Kajari Ambon, Dian Frits Nalle berikan keterangan pers di kantor Kejari Ambon, Rabu (28/7/2021). Foto : Istimewa

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Kasus dugaan korupsi proyek pembangunan gedung Fakultas MIPA Universitas Pattimura Ambon ditingkatkan ke tahap penyidikan oleh Kejaksaan Negeri Ambon.

Proyek senilai Rp. 60,98 miliar yang sumber anggarannya dari DIPA Tahun 2019-2020 ini dikerjakan Balai Prasarana Permukiman Wilayah Maluku.

BACA JUGA : CILAKA! Dugaan Korupsi Pembangunan Gedung Fakultas MIPA Unpatti Naik Penyidikan, Kejari Ambon Sampai Lapor KPK

Namun, siapa yang paling bertanggungawab atas kasus dugaan korupsi yang satu ini?

Kepala Kejaksaan Negeri Ambon, Dian Frits Nalle mengatakan terkait orang paling bertanggungjawab dalam kasus ini masih belum diketahui.

Namun dipastikannya, hal itu akan terungkap dari hasil penyidikan nantinya.

“Sementara kita akan mencari siapa yang paling bertanggungjawab. Nanti kalau sudah penyidikan akan kita jelaskan siapa yang paling bertanggungjawab,”jawabnya saat ditanyai wartawan ketika berikan keterangan per di kantor Kejari Ambon, Rabu (28/7/2021)

Begitu juga berapa nilai kerugian negara dalam kasus ini, Kajari mengaku belum diketahui meski sudah dinaikkan ke tahap penyidikan. “Kita balum masuk itu nanti kita akan sampaikan, yang jelas ada kerugian. Teman-teman pers bisa monitor lagi,”ujarnya menjawab.

Apalagi modus, Kajari lagi-lagi mengaku masih perlu diperdalam lagi dalam penyidikan.

Yang pasti kata Kajari menambahkan, sejumlah saksi sudah digarap untuk dimintai keterangan disamping ada dokumen dan surat-surat yang juga sudah dikantongi.

“Ada sekitar 11 orang kurang lebih dan para pihak yang sudah kita mintai (keterangan) salah satu nya kepala Balai Satker Cipta Karya berinisial HK. Terus ada juga dari PPK dan Kasatkernya sudah kita mintai keterangan, juga dari BP2JK balai lelangnya dan beberapa saksi berkaitan dengan ini termasuk dari pihak Universitas (Pattimura Ambon) dan rekanan, nanti kita pertajam (di tahap penyidikan),”urainya.

Nantinya, saksi-saksi juga akan dipanggil lagi dalam tahap penyidikan ini disamping juga terjunkan ahli dampingi Penyidik.

Orang nomor satu di Kajari Ambon ini meminta agar media ikuti perkembangan penanganan yang satu ini. (Ruzady)