Tak Terima Dibilang Kaskadu, HMI Tuntut Gubernur Murad Minta Maaf

by

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Maluku Maluku Utara menuntut agar Gubernur Maluku, Murad Ismail meminta maaf atas ucapannya yang menyebut pendemo kaskadu.

Tuntutan ini disampaikan mereka saat aksi demonstrasi di pintu keluar halaman kantor Gubernur Maluku, Ambon sisi jalan Sultan Hairun Ambon, Senin (9/8/2021).

Apalagi menurut pendemo, apa yang disampaikan Gubernur beberapa waktu lalu saat kegiatan penyaluran bantuan sembako di Ambon itu dinilai sangat tidak mencerminkan etika berbicara dari seorang pejabat sekelas Gubernur.

Ucapan itu juga sangat melukai perasaan mahasiswa dan aktivis yang selalu turun ke jalan menyuarakan aspirasi rakyat dan juga perasan orang tua para mahasiswa dan aktivis.

“Gubernur harus minta maaf kepada kami, kepada para ibu yang mengandung kita selama sembilan bulan karena pernyataan itu jauh dari etika komunikasi seorang pejabat kepala daerah. Apalagi tu disampaikan dalam kegiatan resmi,”teriak salah satu orator.

Ketua Badko HMI Maluku-Maluku Utara, Firdaus Arey mengatakan, pernyataan Gubernur itu menunjukkan sikap tidak baik dari pejabat pemerintahan dalam menanggapi demonstran dan merupakan pengkerdilan ruang sipil.

Ketua Badko HMI Maluku-Malut, Firdaus Arey. foto : terasmaluku.com

“Pernyataan resmi beliau (Gubernur Murad) ditengah kegiatan pemerintahan “para demonstran dalam tanda kutip mahasiswa yang demo lalu bikin rusuh itu masyarakat kumpul lalu pukul sampai t** kaluar dari p***a“. Dia (Gubernur Murad) secara tegas bilang kita mahasiswa yang sering demo itu kaskadu-kaskadu. Menurut kami Badko HMI, itu pernyataan yang tidak pantas dan jauh dari nilai-nilai etika seorang pejabat di depan umum,”sesalnya menambahkan saat diwawancarai wartawan usai demo. (Ruzady)