Pengalaman Baru Potong Rambut Gratis Anak-anak Marjinal Rayakan Kemerdekaan RI

by

TERASMALUKU.COM, AMBON, – Perayaan HUT Kemerdekaan RI dirasakan dengan penuh antusias oleh sekitar 100 anak marjinal di Kota Ambon. Memang tidak ada lomba panjat pinang, makan kerupuk atau ragam lomba khas kemerdekaan karena adanya PPKM.

Namun anak-anak ini justru punya pengalaman baru yang seru melalui potong rambut gratis. Clerry Cleffy Institute (CCI) lembaga nirlaba yang rutin berkegiatan di Maluku ini mengadakan pangkas rambut gratis bagi sekitar 100 anak.

Tak sedikit dari anak anak ini yang terlihat tidak sabar. “Baru ini potong rambut di sini. Biasanya potong di rumah sa, bukan di barber,” Stevano sambil tertawa bersama beberapa teman lainnya yang sedang menunggu antrian.

Mereka merupakan anak anak asal negeri Hukurila Kecamatan Leitimur Selatan. Sejak pagi mereka sudah mengantri di Pantai Welaring, Hukurila untuk menunggu giliran pangkas rambut gratis yang diadakan oleh CCI.

Tak hanya Stevano, beberapa temannya kain juga begitu sumringah saat mengantri. Mereka rerata tak sabar ingin merasakan pengalaman pertamanya pangkas rambut oleh para barberman. Biasanya mereka hanya bisa potong rambut di rumah dengan alas seadanya. Ada pula yang tak tahan geli saat barberman memotong rambut dengan mesin pencukur.

Berbeda dengan kali ini. Dwi Prihandini, direktur CCI mengatakan kegiatan yang digagas ini sebagai salah satu hadiah kemerdekaan bagi anak anak di Ambon.

Baginya ini menjadi sebuah pengalaman baru yang asik dan bermanfaat bagi anak anak di hari kemerdekaan.

“Targetnya anak anak marjinal dengan harapan mereka rasakan kegembiraan, pengalaman baru yang mereka rasakan kali ini karena belum pernah potong di barber,” kata Dini, Selasa (17/8/2021).

Selama ini fokus kegiatannya adalah untuk anak anak marjinal. Karena itu pangkas rambut gratis ini digelar selama tiga hari. Yakni pada 17 Agustus hingga 19 Agustus pada tempat berbeda.

Menurutnya, dia ingin memberikan hadiah yang unik dan sederhana tapi berkesan buat anak-anak.

“Ada ide lain tapi terbentur pandemi. Yang pnting bikin kegiatan gratis dan bermanfaat buat anak Maluku,” lanjut Pembina Panti Asuhan Shedini Cinta Maluku itu.

Pada hari kedua kegiatan pangkas rambut gratis digelar di dua lokasi. Yaitu Rumah Beta Maluku dan Rumah Singgah Sahabat Melindungi. Dan pada hari terakhir esok, dilakukan di Yayasan Peduli Inayana Maluku.

Menurut Dini kegiatan sederhana ini diharapkan dapat memberi pengalaman berharga dan bermanfaat bagi anak anak juga orang tua para guru.

Dini pun berpesan agar orang tua dan para guru tetap memperhatikan anak anak. Tidak hanya soal belajar tapi juga bermain. Karena anak anak pada dasarnya harus bermain dan mendapat hal baru dari setiap kegiatan mereka.

“Pesan saya, tetap jalankan kewajiban anak Maluku. Kerjakan tugas-tugas oleh guru, patuh dengan orangtua. Tetap bermain karena anak anak harus bermain,” Katanya. (PRISKA BIRAHY)