Ini Ancaman Hukuman Bagi Dua Tersangka Kasus Pembunuhan Firman

by
Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Kombes Pol Leo Surya Nugraha Simatupang saat berikan keterangan pers di Mapolresta Ambon, Jumat (20/8/2021) seputar kasus pembunuhan Firman yang jasadnya dibuang dari JMP. Foto : terasmaluku.com

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Dua tersangka kasus pembunuhan Firman Ali (20) warga Waiheru, AP (19) dan RBR (16) akhirnya harus menerima kenyataan pahit berhadapan dengan hukum dan mendekam di Rutan Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease.

BACA JUGA : Tukang Ojek Ditemukan Tak Bernyawa di Bawah JMP Ambon

BACA JUGA : Firman Ternyata Dibuang Dari JMP Setelah Dianiya Oleh Dua Tersangka Ini

BACA JUGA : Tersangka Ini Jadi Dalang Perbuatan Keji Buang Korban dari JMP Usai Dianiaya

BACA JUGA : Petaka Yang Menimpa Firman, Korban Yang Dibuang ke Bawah JMP Berawal dari Kejadian Ini

Kedua tersangka ini ditangkap di rumah salah satu teman mereka di kawasan Seith, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Pulau Ambon Jumat (20/8/2021) pagi usai polisi kantongi identitas dan keberadaan mereka pasca temuan jasad korban di bawah JMP Ambon Kamis kemarin.

Tersangka R (depan) dan A (belakang). Foto : Terasmaluku.com

Persembunyian kedua tersangka tercium polisi dari saksi yang tak lain salah seorang rekan minum di kamar Hotel Sahabat dan juga pihak keluarga.

Karena pasca buang korban dari JMP, kedua tersangka kembali ke kamar hotel Sahabat, lelau sempat pulang ke rumah mereka di kawasan waiheru sebelum akhirnya lari sembunyi di rumah seorang teman di Seith.

Atas kejahatan yang dilakukan, kedua tersangka ini disangkakan dengan Pasal 338. Ancaman hukumannya dua tahun penjara.

“Sehingga pasal yang dikenakan pasal 338 ancaman dua tahun,”ungkap Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Kombes Pol. Leo Surya Nugraha Simatupang di Mapolresta Ambon, Jumat (20/8/2021).

Namun kata Kapolresta menambahkan, tidak menutup kemungkinan, kedua tersangka bisa dijerat juga dengan pasal 340 dengan ancaman hukuman seumur hidup karena kejahatan mereka.

Namun hal ini masih perlu dilakukan pemeriksaan saksi-saksi lagi. “Kami (Penyidik Polresta Ambon) lagi coba lengkapi dengan saksi-saksi lain apakah bisa dengan (pasal) 340 ancaman hukuman seumur hidup atau tidak. Masih pengembangan awal sehingga kita coba lengkapi lagi dengan keterangan saksi-saksi dan saksi ahli,”sambungnya.

Seekdar tahu, ditambahkan Kapolresta, kedua tersangka ini merupakan tak miliki peekerjaan tetap dan kadang-kadang ngojek. (Ruzady)