Warga Kudamati Ambon Ditangkap Gara-gara Dagang Shabu

by
Tersangka kasus narkotika inisial BL (35) bersama barang bukti empat paket shabu-shabu yang ditunjukkan Kasat Narkoba Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, AKP Jufri Jawa, Jumat (20/8/2021) di Mapolresta Ambon. Foto : terasmaluku.com

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Warga Kudamati, Kota Ambon inisial BL (35) ditangkap aparat kepolisian Satresnarkoba Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease karena dagang shabu-shabu.

BL ditangkap di rumahnya yang terletak di depan lorong PMI Kudamati, Ambon, Sabtu 14 Agustus 2021 bersama barang bukti empat paket shabu-shabu seberat 2,4 gram yang dikemas dalam plastik bening.

Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Kombes Pol. Leo Surya Nugraha Simatupang didampingi KAsat Narkoba, AKP Jufri Jawa terkait penangkapan warga Kudamati terlibat kasus narkotika. Foto : terasmaluku.com

Hal ini disampaikan Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Kombes Pol. Leo Surya Nugraha Simatupang saat berikan keterangan pers di Mapolresta Ambon, Jumat (20/8/2021). “Hasil tes urine (juga) positif,”ungkap Kapolresta Leo.

Ditambahkan Kasat Narkoba Polresta Ambon, AKP Jufri Jawa penangkapan BL ini awalnya dipancing terlebih dahulu untuk memastikan jika BL benar jualan shabu.

Ternyata gayung bersambut, BL iyakan untuk transaksi. Namun belum juga bertransaksi, BL sudah ditangkap bersama barang bukti empat paket shabu-shabu.

“Dari keterangan yang bersangkutan (BL) dia pemain baru dapatkan barang bukti dari temannya di Jakarta melalui jasa pengiriman JNE. Karena selama ini kami lakukan penangkapan terkait narkoba tersangka – tersangka gunakan jasa pengiriman barang,”ungkap AKP Jufri Jawa.

barang bukti shabu-shabu yang diamankan dari tersangka BL (35). Foto : terasmaluku.com

Lebih jauh dijelaskan Kasat Narkoba, satu paket shabu ini dibeli dengan harga Rp. 1 Juta.

Namun, lebih mencenngankan lagi, dari satu paketan shabu itu, BL berencana membaginya jadi empat paketan kecil yang bakal dijual dengan harga Rp. 1,5 Juta hingga Rp. 3 Juta. “Sasarannya banyak kalangan,”sambungnya.

BL yang kini berstatus sebagai kasus narkoba dan ditahan di Rutan Polresta Ambon ini dijerat dengan Pasal 112 Ayat 1 ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara dan maksimal 12 tahun penjara serta Pasal 114 Ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun penjara. (Ruzady)