Soal Buronan Hartanto Hutomo, Begini Kata Kejati Maluku

by
Kejaksaan Tinggi Maluku. Foto : terasmaluku.com

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Tersangka kasus tipikor Taman Kota Saumlaki di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Hartanto Hutomo yang kini jadi buronan Kejaksaan Tinggi Maluku masih terus diburu.

Ini setelah kontraktor proyek Taman Kota Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar Tahun 2017 sehingga menyebabkan kerugian negara senilai Rp. 1,035 miliar itu abaikan tiga kali panggilan yang dilayangkan Penyidik Kejati Maluku dan resmi berstatus sebagai buronan dan masuk DPO sejak akhir Juli 2021 lalu.

Posisi terakhir, Hartanto diketahui berada di Surabaya, ibukota Provinsi Jawa Timur.

Seekdar tahu, dalam kasus korupsi ini, Penyidik Kejati Maluku menetapkan empat orang tersangka yaitu mantan Kadis PUPR Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Adrianus Sihasale alias Donny, Frans Yulianus Pelamonia, Wilma dan Hartanto Hutomo.

Eks Kadis PUPR yang juga PPK dalam proyek ini sudah ditahan oleh penyidik Kejati Maluku pada Senin 5 Juli 2021 setelah sebelumnya penahanan terhadap Yulianus Pelamonia selaku pengawas lapangan dan Wilelmina Fenanlampir selaku PPTK proyek pada 27 Juni lalu pasca penetapan tersangka pada 27 Mei dan kini tengah jalani proses peradilan di PN Ambon.

Kasi Penkum dan Humas Kejati Maluku, Wahyudi Kareba

“Upaya penangkapan sedang dilakukan,”kata Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Maluku, wahyudi Kareba menjawab terasmaluku.com, Senin (23/8/2021) di Ambon.

Sementara ditambahkan Asisten Intelijen Kejati Maluku, Muji Murtopo menyarankan, Hartanto agar lebih baik menyerahkan diri daripada harus bersembunyi karena selama belum tunjukkan batang hidung, pasti akan dikejar.

“Lebih baik segera datang di hadapan penyidik untuk segera diperiksa, karena tersangka yang lain sudah kooperatif,”pesannya.

Dia juga meminta jika masyarakat mengetahui keberadaan buronan yang satu ini agar bisa melapor ke kejaksaan agar sang buronan ini segera ditangkap. (Ruzady)