BAHAYA, Kasus Narkotika di Ambon Meningkat, Kebanyakan Usia Remaja

by
Kepala Kejari Ambon Dian Fritz Nalle

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Kasus narkotika dengan berbagai jenis di Kota Ambon meningkat dalam setahun terahir, atau periode 2020 hingga 2021.

Lebih memprihatinkan lagi, kebanyakan perkara kasus narkotika yang masuk ke Kejaksaan Negeri Ambon tersangkanya adalah anak-anak muda. Mulai dari ganja, sabu-sabu hingga yang terbaru narkotika jenis sintetis.

Perkara kasus narkotika meningkat karena saat ini warga mudah mendapatkannya terutama jenis sintetis.

“Banyak sekali perkara narkotika di Kota Ambon yang kita tangani, kasusnya meningkat. Selain sabu-sabu ada juga kasus baru jenis sintetis, ini sangat meningkat, karena mereka sangat mudah mendapatkannya. Bisa lakukan pemesanan lewat online,” ungkap Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ambon, Frits Nalle kepada wartawan usai pemusnahan barang bukti perkara kasus narkoba di Kejari Ambon, Kamis (26/8/2021).

Nalle bilang, para pemakai narkotika jenis sintetis adalah anak-anak muda, usia diatas 17 tahun hingga 22 dan dibawa 17 tahun.

Karena itu, Nalle menghimbau generasi muda untuk mengindari narkotika serta barang-barang sintetis yang ada zat-zat narkoba maupun psikotropika karena sangat berbahaya.

Dibutuhkan pecan semua pihak untuk memerangi penyalagunaan narkotika, mular dari orang tua hingga pemerintah daerah.

“Kami juga mengharapkan melada pemerintah daerah untuk dapat mensosialisasikan kepada masyarakat tentang bahaya-bahaya narkotik, kami Kejaksaan, BNN, Polresta Ambon sangat mendukung kegiatan tersebut,” kata Nalle.

Pada pemusnahan ini, Kejari Ambon memusnahkan barang bukti kasus narkoba yang perkaranya sudah memiliki kekuatan hukum tetap.

Pemusnahan dengan cara dibakar dan dituang ke dalam air ini dipimpin langsung Kepala Kejari Ambon Frits Nalle dan didampingi pejabat BNN Maluku, Polresta Ambon, Balai POM Ambon, Dinas Kesehatan dan Hakim Pengadilan Negeri Ambon.

Barang bukti narkoba yang dimusnahkan diantaranya, sabu-sabu, ganja, handphone dan barang bukti lainnya terkait kejahatan narkoba.

Pemusnahan barang bukti ini dilakukan setelah perkaranya berkekuatan hukum tetap, kasusnya terjadi dalam setahun terakhir ini, antara 2020 hingga 2021.

“Kita memusnahkan barang bukti antara lain, sabu-sabu dalam 81 perkara, dengen berbagai paket dan berat yang berbeda-beda, begitu juga dengan ganja sekitar 6 perkara. Dan semua perkara yang sudah berkekuatan hukum tetap kurang lebih hampir satu tahun ini,” kata Nalle kapad wartawan usai pemusnahan tersebut.

Dari perkara narkoba yang barang buktinya dimusnahkan ini, hukuman tertinggi adalah sekitar 18 tahun penjara dari kasus sabu-sabu.

Liputan : Alfian

Editor : Hamdi