Kesulitan Sembako, Pemda MBD Teriak Operasikan Kapal Perintis

by
Kapal perintis Sabuk Nusantara lepas sauh di perairan Teluk Ambon, Kamis (29/7/2021). Foto : Terasmaluku.com

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) rupanya terkena dampak akibat dihentikannya pengoperasian kapal-kapal perintis di Maluku akibat diberlakukannya PPKM sejak 8 Juli lalu.

Bahkan di MBD sampai kesulitan bahan-bahan sembako yang berujung Pemda MBD akhirnya menyurat ke KSOP dan tembusannya disampaikan ke PT. Pelni Cabang Ambon meminta agar kapal perintis yang singgahi wilayah MBD dioperasikan kembali.

Sebagaimana diketahui, untuk wilayah Maluku sendiri ada tujuh kapal perintis Sabuk Nusantara yang beroperasi biasanya untuk layari wilayah Tertinggal, Terpencil, Terluar dan Perbatasan (T3P). 5 kapal hombase di Ambon di KM. Sabuk Nusantara 103, Sanus 87, Sanus 71, Sanus 106 dan Sanus 107. Sedangkan homebase di Saumlaki, Kepulauan Tanimbar KM. Sanus 72 dan Ternate, Provinsi Maluku Utara KM. Sanus 105.

BACA JUGA : Bikin Elus Dada, Selama PPKM di Ambon, Tujuh Kapal Perintis di Maluku Tak Beroperasi

Manager Operasional PT. Pelni Ambon, Muhammad Assagaff. Foto : Istimewa

“Waktu itu ada surat dari pemda MBD setempat ke KSOP mereka menyurat untuk menjalankan dua kapal tembusan (surat) ke Pelni langsung kita tembusan ke pusat, karena dalam SK Dirjen itu disebutkan saat stop operasi kalau ada momen urgen kapal bisa diberangkatkan. Permintaan mereka (MBD) itu karena urgen sembako,”ungkap Manager Operasional PT. Pelni Cabang Ambon, Muhammad Assagaff saat diwawancarai terasmaluku.com, Kamis (26/8/2021).

Alhasil, dua kapal perintis Sabuk Nusantara 71 dan 87 pun dioperasikan.

Meski dioperasikan kembali dua kapal perintis untuk singgahi rute wilayah MBD, kata Assagaff menambahkan, yang diangkut hanya logistik saja.

Sedangkan penumpang tidak diperbolehkan. “Jadi kita waktu itu jalankan, tapi tidak muat yang lain (penumpang) khusus logistik saja,”tandasnya. (Ruzady)