Kepala BMKG RI: Maluku Termasuk Daerah Rawan Gempa dan Tsunami

by
Kepala BMKG RI, Dwikorita Karnawati didampingi Plh Sekda Maluku, Sadli Ie saat saat rapat bersama Pemerintah Provinsi Maluku, Kota Ambon dan instansi terkait di ruang rapat lantai enam kantor Gubernur Maluku, Ambon, Kamis (2/9/2021). Foto ": terasmaluku.com

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan Maluku termasuk daerah rawan gempa dan tsunami di Indonesia.

Ini jika dilihat dari jalur termasuk dalam jalur rawan gempa dan tsunami di Indonesia.

“Daerah rawan cukup panjang dari Pantai Sumatera, Banda Aceh, Pantai Samudera Hindia melalui Jawa, Nusa Tenggara, Bali sampai ke Papua termasuk Laut Banda, Ambon dan Sulawesi,”ungkapnya memaparkan saat rapat bersama Pemerintah Provinsi Maluku, Pemkot Ambon dan instansi vertikal di kantor Gubernur Maluku, Ambon, Kamis (2/9/2021) malam usai sebelumnya meninjau enam lokasi rawan gempabumi dan tsunami di Kota Ambon.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati melakukan kunjungan kerja (Kunker) di Kota Ambon pada Kamis (2/9/2021). FOTO : HUMAS MALUKU

Lokasi yang ditinjau ini diantaranya Pantai Dusun Air Manis Negeri Laha, Kantor BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Pattimura Ambon, Tanjung Martafons Kampung Pisang, pantai Rumah Tiga serta melihat peralatan sistem peringatan dini (early warning system) di Waihaong yang sudah tidak berfungsi.

BACA JUGA : Kepala BMKG Tinjau Sejumlah Daerah Rawan Bencana di Maluku

Dijelaskannya, faktor penyebab terjadinya gempabumi dan tsunami karena tiga faktor, yaitu gempa tektonik, longsor di dasar laut maupun erupsi gunung api bawah laut.

Apalagi Laut Banda di Maluku merupakan laut yang dalam dan tepi pantainya seperti jurang atau tebing yang curam sehingga rawan goyang akibat longsor bawah laut.

“Gempa atau tsunami tidak bisa dicegah tapi yang bisa dicegah adalah korban jiwanya. Cara mencegah koban jiwa adalah kita harus memahami sumber pembangkit tsunami,”tandasnya. (Ruzady)