Hartanto Hoetomo, Buronan Kasus Korupsi Taman Kota Saumlaki Ditangkap

by

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Buronan Hartanto Hoetomo, tersangka kasus korupsi Taman Kota Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar Tahun 2107 akhirnya berhasil ditangkap.

Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejaksaan Tinggi Maluku, Wahyudi Kareba mengungkapkan, tersangka Hartanto Hoetomo ditangkap oleh Tim Tabur Kejaksaan Agung RI dan Kejati Maluku di Jakarta Barat Jl. H. Suaib I, Kebon Jeruk, Jumat 3 September pukul 12.58 WIB.

Tersangka Hartanto masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak Juli 2021 setelah tiga kali mangkir dari panggilan Penyidik Kejati Maluku.

Kasi Penkum dan Humas Kejati Maluku, Wahyudi Kareba

“Tim Tabur Kejaksaan Tinggi Maluku bersama tim Tabur Kejaksaan Agung RI berhasil mengamankan DPO Kejaksaan Tinggi Maluku atas nama Hartanto Hoetomo,”kata Wahyudi¬† Minggu (5/9/2021) dini hari.

Lebih jauh dijelaskannya Wahyudi, Hartanto Hoetomo merupakan Direktur PT. Inti Artha Nusantara, kontraktor pekerjaaan proyek pembangunan Taman Kota Saumlaki, KKT Tahun 2017 senilai Rp. 4,5 miliar yang sumber anggaran dari APBD Kepulauan Tanimbar.

Dalam kasus korupsi ini, Penyidik Kejati Maluku menetapkan empat orang tersangka. Yaitu mantan Kadis PUPR Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Adrianus Sihasale alias Donny, Frans Yulianus Pelamonia pengawas lapangan, Wilma Fenanlampir selaku PPTK serta Hartanto Hoetomo kontraktor proyek.

Tersangka Andrianus Sihasale alias Donny ditahan penyidik sejak 5 Juli 2021. Sedangkan tersangka Frans Yulianus Pelamonia dan Wilma lebih dulu ditahan penyidik, sejak 27 Mei 2021. Mereka di tahan di Rutan Kelas IIA Ambon.

Dari hasil korupsi berjamaah yang dilakukan para tersangka ini, negara rugi Rp. 1,38 miliar sesuai hasil hitung BPKP.

“Berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Maluku, akibat perbuatan para terdakwa, negara mengalami kerugian hingga Rp 1,38 milliar,”tandasnya. (Ruzady)