Gelombang Tinggi, Kapal Ferry Tujuan Ambon-Namlea Batal Berangkat

by
Kapal Ferry tujuan Namlea Pulau Buru batal berangkat akibat gelombang di atas 3 meter, (7/9). FOTO: Priska Birahy

TERASMALUKU.COM,-AMBON,-Kapal Fery KMP. TEMI tujuan Ambon – Namlea batal berangkat. Kapal yang dijadwalkan lepas jangkar pada pukul 20.00 WIT Selasa (7/9/2021) kemarin mendapat peringatan berlayar terkait cuaca.

Otoritas ASDP menyatakan cuaca di Maluku dalam tiga hari kedepan berpengaruh pada tinggi gelombang yang mencapai lebih dari tiga meter.

Beberapa penumpang, sopir truk juga orang yang hendak menitipkan barang terlihat di Pelabuhan Fery Galala, Kecamatan Baguala Kota Ambon.

Suasana dermaga lengang. sebagian besar penumpang sudah pulang. Fitri, salah seorang yang hendak menitipkan barang untuk dibawa ke Namlea tampak bingung.

“Beta mau titip barang, tapi seng bisa. Mau ke Namlea, katanya gelombangm” katanya yang tampak gusar di depan dermaga.

Ada juga penumpang lain yang memutuskan makan di sebuah warung di dermaga dan berniat pulang hingga warning atau epringatan itu dicabut kembali. “Cuaca buruk ini katong tunggu saja. Lusa mungkin baru berangkat,” imbuhnya.

Manager operasional Angkutan Sungai dan Danau Penyeberangan (ASDP) Cabang Ambon, Samsudin menyatakan adanya perintaha berlayar hingga beberapa hari kedepan karena gelombang tinggi.

“Gelombang tinggi di atas 3 meter. Kami dapat warning dari BMKG. Cuacamemang sedang tidak bagus jadi kita lihat perkembangan besom,” katanya kepada wartawan.

Gelombang tinggi itu terjadi di laut Banda Maluku dan selepas Tanjung Alang. Kondisi itu amat membahayakan bagi kapalm perahu maupun feri yang hendak keluar Teluk Ambon.

karena itu pihaknya memberikan warning agar tidak ada aktvitas hilir mudik di laut Maluku selema abeberapa waktu hingga BMKG mengeluarkan prakiraan cuaca yang cukup baik.

Untuk itu sejak kemarin malam, KMP. Temi tetap berada di dermaga begitu juga dengan kapal dan rute-rute lain di luar Ambon.

“Karena cuaca kurang bagus, katong pending keberangkatan. Kami utamakan keselamatan. Kita liat kondisi,” lanjutnya.

ASDP akan menerbitkan pemberitahuan kembali apabila kondsi cuaca membaik dan dibolehkan berlayar. Dari pengalamannya, kondisi cuaca buruk semacam ini berpengaruh pada anemo penumpang.

Jumlahnya cenderung berkurang dikarenakan kekhawatiran gelombang saat berlayar menuju tempat tujuan. (PRISKA BIRAHY)