Hari ke-13 Nihil Juga, Kansar Ambon : Ops SAR Terhadap 25 Korban KM. Hentri Ditutup

by
Kepala Basarnas Ambon, Mustari. Foto : tangkapan layar

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Hari ke-13 Ops SAR atau hari terakhir dalam pencarian 25 korban hilang insiden KM. Hentri terbakar di Laut Tanimbar, Maluku tidak juga membuahkan hasil. Ops SAR ditutup.

BACA JUGA : Kapal Terbakar di Perairan Maluku, 25 ABK Hilang

25 korban hilang di laut ini merupakan ABK KM. Hentri yang mencoba selamatkan diri dengan cara loncat ke lautan saat iniden kebakaran landa kapal penangkap cumi asal perusahan dari Jakarta itu pada 3 September lalu di perairan antara Kepulauan Tanimbar dan Pulau Tanimbar, Kabupaten Maluku Tenggara.

KM. Hentri terbakar di laut. Foto : tangkapan layar

Dari 32 ABK, 2 tewas di kapal saat kebakaran, 30 sisanya loncat ke laut yang berujung 25 korban belum ditemukan hingga Senin hari ini, sedangkan 5 korban sudah ditemukan selamat pada 6 September atau tiga hari pasca kejadian

Kepala Basarnas Ambon, Mustari yang dikonfirmasi mengatakan, hingga pukul 18:00 WIT Senin (20/9/2021), tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan puluhan korban tersebut.

Maka dari itu, Basarnas Ambon resmi menutup Ops SAR yang sudah berjalan sejak 8 September lalu ini.

“Sampai (Senin) sore hari ini 18:00 WIT, tidak ada informasi yang kita dapatkan, sehingga kami putuskan pelaksanaan Ops SAR dari tanggal 8 sampai 20 (September) tidak ditemukan sehingga pertimbangan aktivitas SAR ini ditutup,”kata Mustari saat dikonfirmasi terasmaluku.com, Senin malam via seluler.

Terkait penghentian Ops SAR ini lanjut Mustari, sudah disampaikan kepada pihak keluarga para korban maupun pihak perusahan KM. Hentri.

“Kita sudah berkoordinasi dengan pihak keluarga via WA namun belum dibalas-balas, mungkin terkendala signal. Dan dari pihak perusahan tadi juga sudah kita sampaikan bilamana sampai pukul 18:00 WIt tidak ada hasil, Ops SAR ini saya tutup,”sambungnya.

Namun kata Mustari, jika kedepannya ada informasi terkait keberadaan para korban, maka OPs SAR bisa dibuka kembali.

“Dan bila ada informasi dari masyarakat, Ops SAR bisa dibuka kembali,”tandasnya. (Ruzady)