Pantau Vaksinasi Pelajar SMAN 11 Ambon, Presiden Jokowi : Setelah Disuntik Anak-Anak Bisa Sekolah Tatap Muka

by
Presiden Jokowi memantau vaksinasi massal bagi pelajar di SMAN 11 Ambon secara virtual, Kamis (23/9/2021). FOTO : Tangkapan layar

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Presiden Joko Widodo (Jokowi) mempersilahkan sekolah di daerah PPKM  level 3 hingga 1 untuk menggelar pembelajaran tatap muka.

Selain itu, pembelajaran tatap muka bisa digelar bila para pelajar sudah menerima suntikan vaksinasi meski baru dosis pertama.

Ini diungkapkan Kepala Negara saat memantau pelaksanaan vaksinasi massal bagi pelajar di SMAN 11 Ambon secara virtual, Kamis (23/9).

Namun Presiden berpesan, pembelajaran tatap muka bisa digelar dengan menerapkan protokol kesehatan dan dilakukan secara terbatas.

“Anak-anak semuanya, nanti setelah disuntik (vaksinasi), suntikan pertama, bisa langsung melakukan pembelajaran tatap muka tetapi terbatas. Satu kelas bisa 30 persen atau 50 persen, tetapi untuk kota dan kabupaten yang (PPKM) levelnya tiga, dua atau satu kalau masih level empat tidak diperbolehkan,” kata Presiden Jokowi.

Presiden mengungkapkan hal ini menjawab harapan Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 11, La Ima Kampono dan perwakilan perserta didik agar dilakukan pembelajaran tatap muka setelah divaksinasi.

Vaksinasi kepada pelajar di SMAN 11 Ambon ini digelar Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Maluku, bersamaan dengan vaksinasi di SMA dan Pondok Pesantren pada 9 provinsi lainnya.

Dari 9 provinsi yang menggelar vaksinasi, SMAN 11 Ambon menjadi satu dari dua SMA dan dua Pondok Pesantren yang dipantau Kepala Negara secara langsung lewat virtual.

SMAN 11 Ambon menjadi lokasi kedua yang disapa Presiden Jokowi. “Selanjutnya, silahkan Maluku,” kata Presiden lewat tatap layar.

Kepsek SMAN 11 Ambon, La Ima Kampono yang didampingi Kepala Binda Maluku, Brigjen TNI Jimmy Aritonang, Laksma TNI Yanuar Adi L, Direktur Wilayah Maluku Badan Intelijen Negara,  dan perwakilan peserta didik langsung menyapa Presiden.

Kepada Presiden, Kepsek menjelaskan ditargetkan sebanyak 3.500 pelajar yang mengikuti vaksinasi di SMAN 11 Ambon.

“Hari ini berapa yang divaksin pak, “ tanya Presiden kepada Kepsek. “Target kita 3.500 peserta dari pelajar di Kota Ambon,” jawab Kepsek.

“Vaksinnya siap, tanya Presiden lagi. “Siap Pak Presiden,” jawab Kepsek.

Kepada Presiden, Kepsek SMAN 11 Ambon juga berharap dengan vaksinasi pelajar ini pembelajaran tatap muka di Maluku secara umum dan Kota Ambon secara khusus bisa dilakukan.

“Harapan kami dengan adanya vaksinasi pelajar ini, pembelajaran tatap muka di Maluku secara umum, dan Kota Ambon secara khusus dapat dilakukan,” katanya.

Perwakilan siswa SMAN 11 Ambon, Cahya Pika Nurjana juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Jokowi karena dirinya bersama pelajar di Ambon sudah divaksin dan berharap pembelajaran tatap muka bisa dilakukan.

“Kami menyampaikan banyak terima kasih kepada Pak Presiden karena sudah divaksin, dan bisa bertemu teman-teman kami di sekolah, dan harapannya bisa sekolah tatap muka,” kata Cahya.

Cahya juga menyampaikan pantun kepada Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi kemudian mempersilahkan dilakukan sekolah tatap muka terbatas bagi daerah PPKM sudah turun ke level 3 hingga 1 dengan menerapkan protokol kesehatan. Pembelajaran tatap muka terbatas itu dengan jumlah peserta 30 persen atau 50 persen dari jumlah keseluruhan peserta didik.

“Anak-anak semuanya baik para pelajar, para santri bisa melakukan pembelajaran tatap muka kembali meskipun baru satu suntikan, nanti dua tingga atau empat minggu ada suntikan kedua, tetapi kalau level (PPKM) kota dan kabupaten sudah level 3, 2 dan 1 silahkan belajar tatap muka, tetapi dengan protokol kesehatan yang ketat, utamanya memakai masker. Itu titipan saya,” kata Presiden.

Kepala Binda Maluku,  Brigjen TNI Jimmy Aritonang mengatakan, selain vaksinasi massal kepada pelajar, pihaknya juga melakukan vaksinasi door to door, dari rumah ke rumah di Kecamatan Nusaniwe dan Kecamatan Teluk Ambon.

Vaksinasi massal bagi pelajar dan warga ini kata Jimmy untuk membatu pemerintah daerah  sehingga tercipta kekebalan komunal atau herd immunity.

“Sasaran vaksinasi Binda Maluku kali ini yakni pelajar dan masyarakat umum. Untuk pelajar ditargetkan sebanyak 3.500 orang dan masyarakat umum sebanyak 1.500 orang, ini dilakukan sehingga tercapai kekebalan Komunal (herd immunity). Di samping itu, juga agar dapat mempercepat persiapan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Maluku khususnya di Kota Ambon,” kata Jimmy.

Editor : Hamdi