Catatan dari tepi Pantai Natsepa Oleh: Rido Kwalomine, Pengurus Besar AMGPM

by

Joane Kathleen Rowling atau yang akrab disapa JK Rowling adalah seorang novelis terbaik di dunia yang berasal dari Inggris. Salah satu karyanya yang terkenal sepanjang masa adalah Harry Potter.

Singkatnya, Rowling memiliki kisah hidup yang cukup tragis, dimulai dari meninggalnya Sang Ibu, kemudian perceraiannya bersama Sang Suami hingga mengalami stress berat dan membuat ia benar-benar terpuruk, ditambah lagi ia juga menyandang status pengangguran.

Dalam kondisi seperti itu pula, Ia sadar betul akan tanggung jawab sebagai single parent yang harus membiayai hidup anaknya. Ia punya potensi dalam menulis, karena itu ia mencoba menghasillkan karya yang baik, namun ternyata itu tidak mudah untuk diterima oleh Penerbit besar, Bloomsburry. Ia harus mengalami penolakan sebanyak 12 kali, hingga akhirnya diterima oleh penerbit terkenal di Inggris itu.

Sampai saat ini sudah lebih dari 500 Juta eksemplar buku serial Harry Potter yang sudah terjual di belahan dunia. Dan menurut New York Times penjualan buku mencapai angka 7,7 miliar dollar atau (109 Triliun Rupiah). Pemasukan tidak berhenti di situ, Rowling mendapatkan pemasukan lain karena Harry Potter tidak hanya dikembangkan menjadi buku namun meluas seperti (musical, website, maupun film).

Kisah seorang Rowling sungguh menginspirasi, sebab dalam titik terendah hidupnya yang membuatnya terpuruk, ia justru bangkit karena mendpat dukungan dari keluarga dan teman-temannya.

Kisah ini harusnya menginspirasi kita semua, terkhusus Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku ( AMGPM). Perlu kita sadari bahwa berbagai tantangan yang dihadapi seorang Rowling juga dihadapi oleh setiap kader AMGPM. Bahkan mungkin kita juga diperhadapkan dengan tantangan yang diam-diam melemahkan kemampuan dan menyurutkan potensi kita, semisal kemajuan teknologi dan arus modernitas saat ini.

Padahal semestinya modernitas dan berbagai kemajuan sarana teknologi saat ini, dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh kader AMGPM untuk terus berkarya dan mengembangkan potensinya, tapi terkadang malah tidak dimanfaatkan dengan baik. Berbagai fenomena kaum muda yang tergerus arus modernisasi bukan hal asing lagi dan acapkali kita menemukan hal tersebut di berbagai media sosial, dimulai dari cuitan-cuitan yang kadang tidak berisi, dan sebagainya, hingga berbagai perilaku lainnya, yang merupakan ancaman sekaligus momok yang menakutkan bagi spiritualitas orang muda, dan bukan tak mungkin juga berdampak pada tingginya angka penyakit sosial di kalangan orang muda seperti; pergaulan bebas dan hidup tidak sehat secara rohani.

Secara internal AMGPM juga bergumul dengan tingkat partisipasi orang muda pada kegiatan-kegiatan gereja seperti ibadah minggu maupun ibadah AMGPM yang mulai menurun. Tingkat partisipasi kader menjadi fokus ber-AMGPM sebab kekuatan terbesar adalah pada keanggotaan dan partisipasi kader. Hal ini mengisyaratkan perlunya pengembangan model pembinaan yang kreatif dan inovatif serta menyentuh realitas pemuda, sebagai upaya pembentukan karakter AMGPM.

Anggaran Dasar AMGPM menyatakan bahwa anggota AMGPM adalah warga GPM yang berusia antara 17 s/d 45 tahun. Namun, terdapat sebagian besar warga gereja yang berusia 17 s/d 45 tahun yang tidak terlibat dan ada bersama-sama dalam organisasi AMGPM. Partisipasi pemuda gereja dalam AMGPM, tentu berdampak pada gerak organisasi AMGPM. Terjadi ‘krisis kader’ pada basis organisasi. Menyikapi persoalan ini, AMGPM harus berbenah dan dapat membangun sebuah pendekatan atau strategi model pembinaan baru, agar kondisi realitas yang terjadi saat ini, dapat dikomunikasikan dengan baik antara sesama stakeholder yang berkepentingan guna membangun organisasi AMGPM ini kearah yang lebih baik.

Di sisi lain, kemampuan berorganisasi dari kader AMGPM menjadi persoalan yang terus digumuli AMGPM. Berdasarkan kajian terhadap problematika wilayah AMGPM, belum optimalnya pendidikan kader di tiap jenjang, menjadi variable isu yang menguat di 9 wilayah AMGPM dan berkontribusi terhadap kurangnya kapasitas organisasi kader AMGPM. Guna menjawab masalah ini, maka implementasi pendidikan kader yang selama ini telah dilakukan, harus dioptimalkan. Sehingga, dapat memberikan dampak dalam pembentukan karakter dan peningkatan kapasitas kader AMGPM

Bertolak dari hal diatas, maka agenda Pendidikan Kader Jenjang Menengah/PKJM yang dilakukan oleh PD AMGPM Pulau Ambon Timur dan didukung oleh Gereja melalui Klasis Pulau Ambon Timur di saat ini adalah merupakan sebuah upaya sadar dalam membangun AMGPM sebagai organisasi Kader yang berdaya saing di era serba maju dan serba modern ini. Sebagai PB AMGPM tentunya kami menyambut baik gawe ini, dan senantiasa mendoakan supaya agenda-agenda Pendidikan Kader terus digalakan di tiap jenjang di Daerah Pulau Ambon Timur.

Sebagai Eksekutif tertinggi organisasi kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya yang pertama kepada MPK PAT atas keseriusan dan kesungguhannya menopang AMGPM di Daerah ini dalam melaksanakan Program-programnya maupun program bersama. Apresiasi berikutnya kepada PD AMGPM PAT yang dengan cakap membangun dan menjaga kerja sama yang baik dengan Gereja dan seluruh stake holder di Klasis dan Jemaat-jemaat atau di Daerah, Cabang dan Ranting-ranting. Kepada seluruh Kader yang menjadi peserta pada Pendidikan Kader ini, kami berharap agar dapat mengikutinya dengan sungguh-sungguh agar memberi nampak positif bagi Proses Kaderisasi di AMGPM dan Gereja.

Diujung acara Pembukaan PKJM ini, dilakukan penyerahan KTA kepada 2175 anggota pemilik KTA yang terimput dalam sistem pendataan berjenjang dari Ranting, Cabang, Daerah hingga ke Pengurus Besar.

Sebagai Ketua Daerah, dalam pidatonya Alfred Loupatty memberikan motivasi dan memicu semangat Kader untuk sungguh-sungguh mengikuti gawe ini. Hal inipun disambut dengan luar biasa oleh Ketua Klasis Pulau Ambon Timur yang mendorong agar Pendidikan Kader dapat dilaksanakan dan didukung oleh seluruh aparatur gereja di Klasis dan Jemaat-jemaat.

Adapun PKJM AMGPM DPAT dilakukan di Rumah Doa Aman Jaya yang berada di Pantai Natsepa, terlaksana dari tanggal 27 September hingga 1 Oktober Mendatang.

Sukses untuk Kawan-kawan semua. Sukses Programnya, Sukses Pelaksanaannya dan Sukses Kaderisasinya. Ingatlah Moto Kita: KAMU ADALAH GARAM DAN TERANG DUNIA