Lapak Sementara di Atas Jalur Pedestrian Hanya Satu Tahun

by

TERASMALUKU,COM,AMBON, – Keberadaan lapak dadakan yang dibangun pemkot di atas jalur pejalan kaki sepanjang Pelabuhan Slamet Riyadi terus dpertanyakan. Calon penghuni adalah pedagang tanpa lapak. Oleh Walikota menyebut lapak itu bersifat sementara hanya untuk 1 tahun. Usai itu dibongkar.

Walikota Ambon, Richard Louhenapessy memberikan jawaban singkat dan berkesan santai menanggapi pembangunan lapak dadakan. Dulunya lokasi itu merupakan jalur pejalan kaki. Pada sisi tembok pembatas terdapat karya seni para seniman kota berupa mural.

BACA JUGA : BMKG Siapkan Peta Bahaya Bencana Tsunami di Maluku

Namun kini karya mural juga jalur pejalan kaki itu berubah menjadi lapak sementara pedagang.
Ketika ditanyai beberapa waktu lalu, Richard menjelaskan tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Lapak-lapak berbahan baja ringin ini didanbun sementar dan tidak permanen menjadi pasar baru.

“200 lapak depan palebuhan di atas trotoar itu untuk sementara sifatnya. Hanya untuk tampung mereka yang belum dapat tempat,” jelas Richard beberapa waktu lalu.
Jumlahnya ada 20 lapak. Para penghuninya adalah pedagang Pasar Mardika yang tidak memiliki lapak berjualan. Atau mereka yang berjualan di sisi Jalan Pantai Pasar.

Lapak-lapak itu dibangun dan dirancang oleh dinas pekerjaan umum. Sementar pengerjaan pasar multiyear, para pedagang itu ditempatkan agar aktivitas kerja berjalan lancar. Sedagkan pedagang pasar yang punya lapak diupayakan pindah pada lokasi pasar lain dan pasar sementara.

BACA JUGA : Empat Warga Makariki, Malteng Jatuh dari Rakit Saat Seberangi Sungai, Satu Belum Ditemukan

“Iya (bangun di trotoar) tapi pasar selesai (membangun) langsung itu selesai (bongkar) itu berlaku satu tahun,” lanjutnya lagi.
richer menambahkan tugas pemerintah adalah untuk membenahi pedagang sebelum megaproyek multiyear nasional ini berjalan. (PRISKA BIRAHY)