Tantangan Penanggulangan Bencana di Maluku

by
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Maluku, Henri Far Far saat berikan pemaparan pada kegiatan Table Top Exercise yang dilangsungkan di Ambon, Jumat (15/10/2021). Foto : terasmaluku.com

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Maluku, Henri Far Far mengungkapkan ada beberapa tantangan yang dihadapi Pemerintah Daerah khususnya BPBD dalam penanggulangan bencana alam di Maluku.

BACA JUGA : Kenali 14 Jenis Ancaman Bencana Alam di Maluku, Ada Yang Setiap Tahun Terjadi

Pertama adalah karakteristik wilayah Maluku yang terdiri dari banyak pulau disamping 14 jenis ancaman.

“Tantangan yang kami di hadapi, Maluku memiliki multi ancaman bencana dari 14 jenis, dan karakteristik wilayah kepulauan. Laut jadi tantangan, mestinya peralatan seperti kapal dan sebagainya dibutuhkan di Maluku,”kata Henri saat memaparkan peran pemerintah daerah dalam menghadapi ancaman gempabumi dan tsunami pada Table Top Exercise, salah satu latihan dalam bentuk diskusi di Ambon, Jumat (15/10/2021) dalam rangka Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Tahun 2021.

Selain itu, kapasitas masyarakat tentang kebencanaan yang masih belum maksimal. “Artiya kita belum mampu menjangkau seluruh wilayah di Provinsi Maluku karena keterbatasan anggaran,”sambungnya.

Selanjutnya ada persoalan literasi sejarah kebencanaan. “Ini sementara dilakukan, kemarin sewaktu diseminar (Seminar Internasional Literasi Sejarah Kebencanaan) kami sudah dibicarakan dengan pusat agar menjadi bagian dari perpusatakan di daerah,”imbuhnya.

Selain itu, dokumen perencanaan kebencanaan yang belum dimiliki kabupaten/kota disamping juga belum terintegrasinya dokumen kajian kebencanaa dalam dokumen perencanaan daerah, terutama terkait dengan pembangunan infrastruktur.

Tidak hanya itu saja, perencanaan kebencanaan berbasis gugus pulau. Perencanaan kebencanaan berbasis gugus pulau sangat penting sehingga dapat diatur penempatan logistik per gugus pulau.

Terkait hal ini juga, direncanakan gudang logistik akan dibangun di Ambon pada lahan seluas 1 hektar dan sudah dilaporkan ke Gubernur Maluku.

Masih kata Henri, diperlukan juga pengembangan kapasitas, kelembagaan, anggaran, SDM hingga peralatan. “Terkait SDM ini seharusnya ada program Pemda sekolahkan SDM kita yang berorientasi pada penanggulangan bencana,”tandasnya.

Maka dari itu, Pemda saat ini melalui BPBD Maluku membuat pengembangan wilayah berbasis mitigasi bencana dan edukasi bencana secara masif menuju Maluku Tangguh bencana. (Ruzady)