Pemprov Maluku Minta UKIM Berkontribusi Terhadap Kesejahteraan Masyarakat

by
Wakil Gubenur Maluku Barnabas Orno memberikan sambutan saat pelantikan Henky Herzon Hetharia sebagai Rektor UKIM Ambon periode 2021-2025, di Ambon, Senin (18/10/2021). FOTO : HUMAS MALUKU

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku meminta jajaran Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) Ambon untuk ikut berkontribusi terhadap pembangunan daerah, terutama meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.

“Sebagai perguruan tinggi swasta terkemuka di Maluku, UKIM harus ikut andil dan berkontribusi terhadap upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Wakil Gubernur Maluku Barnabas Orno, saat menghadiri pelantikan Henky Herzon Hetharia sebagai Rektor UKIM Ambon periode 2021-2025, di Ambon, Senin (18/10/2021).

UKIM sebagai lembaga pendidikan terkemuka hendaknya dapat memberikan kontribusi pemikiran melalui penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, termasuk ikut berperan mengatasi berbagai permaalahan pembangunan yang kompleks di Maluku.

Selain itu, mampu mengembangkan dan menghasilkan sumber daya manusia berkualitas yang mampu memanfaatkan kemajuan teknologi informasi untuk menciptakan peluang pengembangan ekonomi kreatif di tengah masyarakat.

Wagub berharap Henky Herzon Hetharia sebagai Rektor baru dapat memajukan UKIM sebagai salah satu perguruan tinggi berkualitas dan mampu bersaing dengan universitas lainnya di Maluku maupun Indonesia.

“Saya juga berharap ke depan para dosen dapat meningkatkan reputasi dan profesionalisme terutama membimbing para mahasiswa untuk menghasilkan karya ilmiah berkualitas dan berdampak bagi kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Pendeta Yafet Damamain sebagai Rektor UKIM periode 2017-2021 mengaku, saat diberi tanggung jawab memimpin universitas tersebut pada 26 Maret 2018, ia sempat khawatir tidak mampu mengemban tugasnya, apalagi diperhadapkan dengan dua peristiwa penting saat itu yakni, gempa bumi pada 26 September 2019 serta pandemi COVID-19.

Mantan anggota DPRD Maluku tersebut, mengaku bersyukur dapat dipercaya untuk “menukangi” perguruan tinggi tersebut melewati berbagai tantangan global, terutama saat pandemi COVID-19 di mana seluruh urusan perkuliahan dilakukan secara virtual.

Sebagai manusia yang memiliki keterbatasan, Yafet mengakui masih banyak tugas yang belum sempat diselesaikan, sehingga dirinya meminta maaf atas kelemahan, kekhilafan, dan ketidakmampuannya memenuhi harapan civitas akademika UKIM.

Sedangkan Hengky Hetaria mengaku pelantikkannya mengakhiri seluruh prosesi pemilihan Rektor UKIM yang berlangsung selama tiga bulan terakhir, tanpa diwarnai berbagai aksi diluar batas kewajaran.

Kedewasaan demokrasi yang dicapai dalam suksesi pemilihan rektor, diharapkan, berdampak memperteguh status UKIM sebagai kampus orang basudara (bersaudara), kampus bagi semua orang di Maluku.

Hengky menyadari tugas sebagai pimpinan perguruan tinggi yang bernaung dibawah Sinode Gereja Protestan Maluku, tidak mudah dan ringan tetapi penuh tantangan, terutama melaksanakan misi gereja di bidang pendidikan tinggi, yakni ikut mencerdaskan kehidupan bangsa.

Henky Herzon Hetharia dilantik sebagai Rektor UKIM oleh Ketua Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode GPM, Pendeta Elifas Tomix Maspaitella.

Pewarta : Jimmy Ayal/Antara
Editor : Alex Sariwating