Direskrimum Sudah Diperiksa Atas Dugaan Pemerasan, Polda Maluku Minta Tersangka Gabriela Kooperatif

by
Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol M. Roem Ohoirat. FOTO : TERASMALUKU.COM

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Mencuatnya kabar tak sedap seputar dugaan pemerasan yang dilakukan Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Maluku, Kombes Sih Harno sebagaimana dituduhkan Gabriela Tirajoh, istri dari almarhum Adi Yoana hebohkan publik beberapa hari kemarin.

Gabriela mengaku semasa hidup, almarhum suaminya kerap diperas Direskrimum Polda Maluku. Sementara Direskrimum Polda Maluku, Kombes Pol Sih Harno kepada wartawan membantahnya dan mempersilahkan Gabriela membuktikan tuduhan itu.

Namun menariknya ada fakta lain yang ikut terkuak. Ternyata Gabriela dan suaminya merupakan tersangka kasus penipuan dan penggelapan yang ditangani Ditreskrimum Polda Maluku berdasarkan laporan para korban.

Gabriela dan suaminya dilaporkan oleh sejumlah masyarakat yang diduga menjadi korban penipuan dan penggelapan. Keduanya sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Ditreskrimum Polda Maluku.

Dari enam laporan yang diterima Polda Maluku, empat diantaranya telah ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan. Dari empat laporan tersebut, total kerugian yang dialami pelapor mencapai lebih dari Rp 7,7 miliar atau tepatnya sebanyak Rp 7.708.545.000.

Laporan polisi yang masuk ke Polda Maluku terhitung sejak 2 Meret 2020. Pelapornya yaitu La Ode Atsul Afsal. Ia melaporkan Adi Yoana dan Ferial Assagaf. Kasus itu memiliki nilai kerugian sebesar Rp 415.000.000.

Pada 30 Desember 2020, terdapat dua laporan sekaligus dengan nilai kerugian yang dialami pelapor bervariasi. Yaitu sebesar Rp 47.000.000, dan Rp 6.475.545.000. Untuk nilai kerugian miliaran rupiah tersebut dilaporkan oleh Leo Satria Budi Ginting.

Sedangkan laporan yang sama juga diterima pada 1 Februari 2021. Kali ini dilaporkan oleh pelapor Chandra Halim. Korban mengalami kerugian sebesar Rp 735 juta.

Suami Gabriela diinformasikan sudah meninggal dunia.

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. M. Roem Ohoirat yang dikonfirmasi Minggu (24/10/2021) mengungkapkan terkait dugaan pemerasan yang dituduhkan kepada Direskrimum Polda Maluku sudah ditindaklanjuti Propam Mabes Polri.

Apalagi Gabriela melaporkan dugaan pemerasaan itu ke Mabes Polri. Direskrimum Polda sudah diperiksa dua kali oleh Propam di Ambon dan kini sementara ditunggu hasil pemeriksaannya.

“Betul (Direskrimum) sudah diperiksa (Propam Mabes Polri). Jadi bulan September kemarin ibu Gabriela laporkan ke Mabes Polri, atas laporan tersebut Propam Mabes Polri sudah turun lakukan audit investigasi laporan tersebut. Dua kali (Direskrimum) diperiksa diawal bulan kemarin di Polda Maluku di Ambon. Kita menunggu saja (hasil pemeriksaan) dari Propam Mabes Polri terkait dengan laporan ibu Grabriela,”terangnya saat diwawancarai terasmaluku.com Minggu.

Ohoirat pun menegaskan, tidak ada yang ditutup-tutupi pihak Polda termasuk dugaan pemerasaan yang dituduhkan ke Direskrimum ini.

“Apakah selama ini kami berusaha menutup-nutupi? tidak ada. Dari pangkat kecil sampai paling tinggi pun kalau tetap salah diproses, selama ini kan begitu, bahkan 2021 ini saja Januari-September di Polda Maluku sudah ada 29 orang diberhentikan dengan tidak hormat. Jadi tidak ada istilahnya kita berusaha menutup-nutupi. Semua laporan yang masuk itu ditindaklanjuti. Contohnya laporan ke Mabes, Mabes sudah turun lakukan pemeriksaan,”sambungnya.

Aduan Gabriela sudah ditindaklanjuti, Polda pun meminta Gabriela kooperatif dan taat hukum juga atas dugaan tindakpidana penipuan dan penggelapan yang melilitnya.

Apalagi sejak ditetapkan sebagai tersangka, Gabriela ogah pernah penuhi panggilan penyidik, dua kali.

“Tetapi dugaan tindakpidana yang dilaporkan masyarakat terhadap ibu Gabriela dan suaminya ini juga sementara diproses Krimum, diharapkan semua pihak sama-sama taat (hukum) itu,”ingatnya.

Menyinggung ada rencana tersangka Gabriela bakal dijemput paksa, Ohoirat menyatakan hal itu akan diproses sesuai tahapan penyidikan.

“Biarlah semua berproses sesuai tahapan-tahapan penyidikan yang dilakukan teman-teman dari Krimum maupun Mabes. Jadi semua itu berproses,”imbuhnya.

Sementara terkait kebenaran informasi yang menyebutkan suami Gabriela, almarhum Adi Yoana yang dikabarkan sudah meninggal, kata Ohoirat hal ini juga akan diselidiki kebenarannya.

“Kalau benar suaminya sudah meninggal secara manusiawi kami juga turut berbelasungkawa. Kalau benar suaminya sudah meninggal kita akan hentikan sesuai dengan aturan kalau seseorang sudah meninggal kasusnya dihentikan. Tapi tetap kami akan lakukan penyelidikan dan penyidikan tetap jalan,”pungkasnya. (Ruzady)