Ikut Tradisi Tangkap Ikan Lompa, Abdullah Tuasikal : Warga Pesisir Harus Belajar Dari Haruku Sameth   

by
Anggota DPR RI Abdullah Tuasikal menangkap ikan Lompa dalam tradisi buka sasi ikan Lompa di Kali Learisa Kayeli Haruku Sameth Kecamatan Pulau Haruku Kabupaten Maluku Tengah, Senin (25/10/2021). FOTO : TERASMALUKU.COM

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Warga Negeri Haruku Sameth Kecamatan Pulau Haruku Kabupaten Maluku Tengah, Maluku menggelar tradisi buka sasi Ikan Lompa, Senin (25/10/2021).

Dalam tradis ini, ribuan warga menangkap Ikan Lompa yang masuk ke Kali Learisa Kayeli Haruku Sameth.

Tradisi buka sasi ikan Lompa yang ada sejak jaman dulu ini dihadiri anggota DPR RI dari Partai Nasdem, Abdullah Tuasikal.

Anggota DPR RI Abdullah Tuasikal menggunakan jala menangkap ikan Lompa dalam tradisi buka sasi di Kali Learisa Kayeli Haruku Sameth Kecamatan Pulau Haruku Kabupaten Maluku

Tuasikal, anggota Komisi IV DPR RI itu bahkan terjun langsung menangkap ikan bersama warga. Mantan Bupati Maluku Tengah dua periode ini, memilih basah kuyup, menangkap ikan Lompa di Kali Learisa bersama ribuan warga.

Dalam tradisi ini, warga Haruku Sameth dari Kota Ambon datang menangkap ikan Lompa atau ikan Tembang.

Negeri Haruku Sameth sejak sekitar tahun 1.600 memiliki tradisi sasi ikan Lompa. Dalam masa sasi itu, warga dilarang menangkap ikan Lompa dalam kurung waktu tertentu, bahkan sampai setahun.

Setelah diyakini ikan sudah berlimpah, warga kemudian melakukan tradisi buka sasi, menangkap ikan Lompa.

Kawanan ikan Lompa awalnya diantar ke hulu Kali Learisa Kayeli sejak malam hari saat air pasang.

Setelah air  laut surut, ikan Lompa kemudian ditangkap warga dalam buka sasi ikan Lompa.  Warga menggunakan jala menangkap ikan Lompa,

Dalam ritual ini, warga mendapatkan ikan Lompa berlimpa. Warga menyebut, tahun ini hasil tangkapan lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya. Hasil tangkapan ikan Lompa ini menjadi kebutuhan keluarga dan dibagikan ke warga lainnya.

Anggota DPR RI dari Partai NasDem mengatakan tradisi sasi dan buka sasi ikan Lompa menjadi contoh bagimana warga Negeri Haruku Sameth tidak menangkap ikan Lompa dalam waktu tertu, menangkap ikan yang ramah lingkuhan serta tidak merusak biota laut.

Karena itu lanjut Tuasikal, warga pesisir di Maluku harus belajar dari Haruku Sameth, bagaimana menjaga lingkungan laut dengan kearifan lokalnya yakni budaya sasi. Menjaga eksistens hukum adat sasi.

Tradisi ini harus terus dilestarikan. Tuasikal mengakui sebagian besar desa-desa di pesisir Pulau Haruku  sudah tidak memiliki tradisi seperti yang dilakukan warga Haruku Sameth. Ikan Lompa langka, tradisi sasi tidak ada lagi.

“Karena itu desa-desa pesisir terutama di Pulau Haruku harus bisa melakukan seperti yang dilakukan warga Haruku Sameth, sasi dan kemudian buka sasi ikan Lompa. Ini tradisi dari jaman dulu yang harus dilestarikan,” kata Abdullah Tuasikal saat terlibat dalam tradisi buka sasi ikan Lompa.

Tuasikal juga mengatakan, tradisi buka sasi ikan Lompa harus dikemas dengan baik sehingga menjadi potensi wisata daerah. Karena saat buka sasi ikan Lompa, banyak orang berdatangan dari Pulau Ambon, bahkan luar Maluku ke Haruku Sameth.

“Tradisi ini sangat menarik, harus bisa dikembangkan menjadi potensi wisata, meski hanya satu atau dua malam orang datang ke sini (Haruku Sameth), tapi kan luar biasa, bisa mendatangkan penghasilan buat masyarakat dan daerah,” jelas Tuasikal.  

Editor : Hamdi