Peran Pemuda di Era Digitalisasi Dalam Semangat Sumpah Pemuda Oleh : Jafar Latuconsina

by
Jafar Latuconsina. FOTO : DOK. PRIBADI

Perkembangan teknologi ke arah serba digital saat ini semakin pesat. Pada era digital seperti  ini, manusia  secara  umum  memiliki  gaya  hidup  baru  yang  tidak  bisa  dilepaskan  dari  perangkat  yang  serba  elektronik.  Teknologi  menjadi alat yang mampu membantu sebagian besar kebutuhan manusia. Teknologi telah dapat digunakan oleh manusia untuk mempermudah melakukan  apapun tugas dan pekerjaan. Peran penting teknologi  inilah  yang  membawa peradaban manusia memasuki era digital.

Era digital telah membawa berbagai perubahan yang baik sebagai dampak positif yang  bisa gunakan sebaik-baiknya. Namun dalam waktu yang bersamaan, era digital juga  membawa banyak dampak negatif, sehingga menjadi tantangan baru dalam kehidupan  manusia di era  digital ini.  Tantangan pada era digital  telah  pula  masuk ke dalam berbagai  bidang seperti  politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan, keamanan, dan teknologi  informasi itu sendiri.

Era  digital  terlahir  dengan  kemunculan  digital,  jaringan  internet  khususnya  teknologi  informasi komputer. Media baru era digital memiliki karakteristik dapat dimanipulasi,  bersifat  jaringan  atau  internet.  Media  massa  beralih  ke  media  baru  atau  internet  karena  ada  pergeseran  budaya  dalam  sebuah  penyampaian  informasi.  Kemampuan  media  era  digital  ini  lebih memudahkan masyarakat dalam menerima informasi lebih cepat. Dengan media  internet membuat media massa berbondong-bondong pindah haluan.

Semakin  canggihnya  teknologi  digital  masa  kini  membuat  perubahan  besar  terhadap  dunia, lahirnya berbagai macam teknologi digital yang semakin maju telah banyak  bermunculan. Berbagai kalangan telah dimudahkan dalam mengakses suatu informasi melalui  banyak cara, serta dapat menikmati fasilitas dari teknologi digital dengan bebas dan  terkendali.

Era  digital  juga  membuat  ranah  privasi  orang seolah-olah  hilang.  Data  pribadi  yang  terekam  di  dalam  otak  komputer  membuat  penghuni  internet  mudah  dilacak,  baik  dari  segi  kebiasaan berselancar atau hobi.   Era  digital  bukan  persoalan  siap  atau  tidak  dan  bukan  pula  suatu  opsi  namun  sudah  merupakan  suatu  konsekuensi. Teknologi  akan  terus  bergerak  ibarat  arus  laut  yang  terus  berjalan  ditengah-tengah  kehidupan manusia.  Maka  tidak  ada  pilihan  lain  selain  menguasai  dan  mengendalikan  teknologi  dengan  baik  dan  benar agar  memberi  manfaat  yang  sebesar- besarnya.

Saat ini kita sudah berada di tengah era serba digital, dimana setiap hal dapat kita lakukan dengan sangat mudah dan praktis. Hanya dengan menekan satu kali klik lewat ponsel pintar, banyak hal yang teratasi dalam sekejap. Hal ini sendiri tentu tidak terlepas dari dampak positif adanya perkembangan teknologi.

Menurut Iskandar Alisyahbana (1980) adanya teknologi sendiri memanglah bertujuan untuk mendorong manusia agar dapat hidup lebih nyaman, makmur dan sejahtera. Oleh sebab itu, dengan adanya perkembangan teknologi yang semakin canggih, manusia diharapkan dapat mengerjakan segala hal dengan lebih mudah dan praktis.

Sayangnya baik kita sadari atau tidak, namun setiap kemajuan dalam perkembangan teknologi khususnya dari kemudahan mengakses internet tentu memiliki banyak dampak bagi kehidupan sosial. Baik dampak yang sifatnya positif untuk meringankan banyak pekerjaan manusia, ataupun yang dampaknya negatif dan cenderung merusak kehidupan bangsa dan negara terlebih khusus generasi muda bangsa.

Pemuda menjadi tonggak utama untuk kemajuan suatu negara. Setiap tanggal 28 Oktober, Indonesia memperingati hari Sumpah Pemuda. Di era digital, peran pemuda untuk memberikan inovasi di bidang teknologi sangat penting. Generasi  muda  merupakan  generasi  yang  memiliki  kemampuan,  semangat  tinggi  dan  memiliki wawasan  yang lebih luas untuk mengembangakan dan memajukan negara.  Bahkan untuk mencapai sebuah revolusi dari suatu bangsa biasanya didobrak oleh generasi  muda. Langkah-langkah konkret yang menjadikan negara menuju lebih baik dan  kenyataan  sosial  yang  sudah  ada,  menjadi  sebuah  ciri  khas  dari  pemuda  yang  melekat  pada diri mereka. Dari situlah  dapat  dilihat  betapa  besarnya  pengaruh  dari  generasi-generasi  muda  untuk  merubah  suatu bangsa sebab kemajuan suatu bangsa terletak pada generasi mudanya.

Mengutip apa yang dikatakan oleh Presiden pertama Indonesia yaitu Ir. Soekarno bahwa :

“Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia.”

Dari kutipan Ir. Soekarno di atas, Pemuda memiliki kekuatan yang luar biasa sebagai motor penggerak pembangunan bangsa. Soekarno mau menyampaikan bahwa cukup dengan beberapa pemuda yang memiliki kemampuan intelektual dan semangat juang yang menyala-nyala maka dunia akan ditaklukan. Pemuda memiliki peranan penting untuk menjadi poros dari perubahan untuk kemajuan bangsa. Pemuda dapat mengupayakan perubahan dilingkungan masyarakat dengan memberikan motivasi. Selain itu, dengan inovasi teknologi pemuda dapat melakukan perubahan yang dapat diimplementasikan di lingkungan masyarakat.

Tentunya untuk dapat mengimplementasikan peran pemuda sebagai agen perubahan harus dibarengi dengan keyakinan. Setiap pemuda harus memiliki jiwa yang tangguh terhadap berbagai tantangan yang dihadapi. Semangat sumpah pemuda dapat menjadi motivasi utama agar para pemuda mampu melalui berbagai rintangan. Pemuda memiliki peranan yang penting sebagai agen pembangunan di berbagai bidang. Berbekal kemampuan dan pengetahuan tentang media digital, pemuda juga dapat memperkenalkan budaya Indonesia ke kancah Internasional. Pembangunan juga dapat dikaitkan dengan infrastruktur dan sistem pemerintahan tanah air.

Seiring dengan modernisasi dan digitalisasi, tentunya identitas bangsa perlu dipertahankan. Indonesia harus tetap mengikuti perkembangan teknologi agar tidak tertinggal. Peran pemuda sangat penting untuk menjawab tantangan sebagai agen pembaruan. Waktu telah berganti dan kini pemuda mempunyai tantangan yang berbeda dengan jaman kemerdekaan. Saatnya mengisi dan membangun kemerdekaan dengan berbagai kreatifitas. Prestasi di berbagai bidang dari mulai olah raga, sains dan tehnologi haruslah menjadi perjuangan dalam mengharumkan nama dan bangsa Indonesia.

Khususnya pemuda – pemuda yang ada di daerah karena sekarang era otonomi daerah maka tentu peluang – peluang dan potensi yang ada di daerah menjadi penting. Tapi sebaliknya tantangan pemuda saat ini juga semakin berat dengan adanya era digital, budaya konsumtif, individualisme, malas berorganisasi, masuknya ideologi-ideologi yang menyesatkan bisa mudah masuk dan merubah perilaku positif menjadi negatiif. Tidak terfiternya informasi-informasi yang masuk menjadi ancaman untuk merusak masa depan pemuda. Rasa kebangsaan, patriotisme dan cinta tanah air pemuda kedepan bisa semakin memudar.

Oleh karena itu momen Sumpah Pemuda 28 Oktober 2021 menjadi momen yang baik untuk meningkatkan semangat kebangsaan. Momen yang baik untuk pemuda-pemuda Indonesia menjadi pemuda yang produktif, inovatif dan kreatif. Pemuda Indonesia bersatu dalam membangun bangsa dan negara Indonesia. Pemuda Indonesia harus menjadi penggerak pembangunan perekonomian dan kebangsaan yang pada akhirnya mensejahterahkan masyarakat.

Adanya  perkembangan  zaman  yang  disertai  dengan  teknologi  ini,  kita  harus  semakin  semangat  untuk mempertahankan  budaya yang telah ada. Dengan adanya jiwa kepedulian dan cinta terhadap lingkungan sendiri  hal buruk akan jauh dari kita karena kepedulian memunculkan rasa kebersamaan yang kokoh  dan  tidak  dapat  tergoyahkan. Era globalisasi merupakan proses mendunia, dimana untuk  menjangkau segala urusan yang mencakup perkembangan zaman yaitu modernisasi sudah semakin meningkat. Baik dalm perkembangan keilmuan, pengetahuan serta dukungan  teknologi untuk mencapai proses perkembangan budaya manusia, dengan adanya transportasi dan komunikasi  yang  menyebabkan manusia  fokus  terhadap  segala  kecanggihan teknologi. Dahsyatnya arus informasi akibat kemajuan teknologi  informasi ini  ternyata tidak dapat di bendung oleh pembatas yang dibangun untuk mencegah masuknya pengaruh dari luar.

Penulis : Mahasiswa Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Pattimura Ambon