Presiden Jokowi Perintah Turunkan Harga Tes PCR Jadi Rp. 300Ribu, Ini Tanggapan Satgas Covid Maluku

by
Ilustrasi. Foto : suara.com

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku memastikan harga Swab Test PCR atau polymerase chain reaction di Maluku akan disesuaikan dengan kebijakan yang ditetapkan Kementerian Kesehatan RI setelah ada penetapan resminya.

Dan Maluku pun wajib ikuti kebijakan tersebut.

Sebagaimana diketahui, Senin 25 Oktober, Presiden Joko Widodo perintahkan kabinetnya turunkan harga Test PCR menjadi Rp. 300ribu berlaku 3×24 jam.

Perintah ini disampaikan Presiden Jokwi dalam rapat terbatas evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang kemudian disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam jumpa pers yang disiarkan kanal Youtube Sekretariat Presiden.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, dr. Adonia Rerung. Foto : Terasmaluku.com

“Pasti ditaati. Nanti kalau sudah ketetapan betul (penetapan resmi dari Kemenkes RI) yang Rp. 300ribu itu maka wajib penyesuaian, wajib ditaati,”kata Juru Bicara satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, dr. Adonia Rerung, Rabu (27/10/2021) saat diwawancarai mengenai hal ini.

Saat ini kata dia, harga tes PCR di Maluku masih di kisaran Rp. 525ribu.

Rerung pun menyambut baik hal ini, apalagi masa berlaku hasil tes PCR ini 3X24 jam sebagaimana perintah Presiden Jokowi dan dinilai sangat membantu masyarakat.

Karena dengan begitu, tidak adalagi permainan-permainan yang rugikan masyarakat.

“3×24 jam ini juga mendorong supaya tidak ada lagi istilah bayar darurat, karena selama ini upaya mengelabui orang dengan pemeriksaan daurat yang cepat akhirnya mahal. Kalau 3X24 jam orang tidak terburu-buru, sangat menolonglah,”tandasnya.

Sehari setelah perintah Presiden Jokowi ini, Kemenkes RI menyatakan segera menindaklanjuti perintah Presiden Joko Widodo untuk menurunkan harga tes PCR Covid-19 hingga Rp300 ribu.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyebut saat ini pihaknya tengah menyusun kembali komponen pemeriksaan tes PCR agar harga bisa ditekan hingga terjangkau bagi masyarakat.

“Jadi kerangka tersebut setelah dihitung-hitung kelihatannya angka Rp300 ribu itu menjadi angka yang masuk akal dan mungkin dilaksanakan, kami sudah melakukan persiapan,” kata Dante saat ditemui di KPK, Selasa (26/10/2021) sebagaimana dilansir dari suara.com, media partner terasmaluku.com.

Dia menjelaskan salah satu komponen harga yang paling tinggi dalam tes PCR adalah harga reagen atau kit RT-PCR Covid-19. Reagen sejauh ini masih impor dan harus ada rekomendasi dari WHO; disertifikasi oleh CE, FDA, atau sertifikat yang setara; serta memiliki minimal satu target gen reagen yang disarankan pakar (target gen N).

“Jadi melakukan penurunan harga reagen yang masuk itu menjadi yang akan kita segera tindak lanjuti sehingga harga tes PCR nanti akan menjadi di bawah atau Rp300 ribu, sekarang masih Rp499 ribu,” jelasnya.

Budi berharap dengan diturunkannya harga tes PCR nanti, angka testing di Indonesia semakin tinggi sehingga kasus Covid-19 semakin terpetakan dengan baik dan bisa langsung direspon cepat.

“Karena dalam data yang paling penting untuk melakukan identifikasi covid-19 untuk mencegah terjadinya gelombang berikutnya adalah dengan testing, dan testing ini bisa dilakukan masyarakat secara luas apabila harganya terjangkau, dan yang disampaikan Bapak Presiden kita tindaklanjuti secara teknis,”tutur Dante. (Ruzady)