Zonasi Maluku Makin Baik, Satgas Ingatkan Hal Ini Agar Gelombang Ketiga Covid Tidak Terjadi

by
ilustrasi

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku ingatkan semua kalangan untuk tidak boleh lalai.

Ini dimaksudkan agar jangan sampai Maluku yang saat ini terpantau membaik dalam hal Zonasi Wilayah Covid-19 tidak kebablasan dan gelombang ketiga Covid-19 tidak terjadi.

Apalagi dengan terus membaiknya zonasi Covid ini, maka berdampak terhadap mobilitas yang tinggi.

Sesuai update Zonasi Wilayah Covid-19 yang ditetapkan Satgas Covid-19 Nasional, Maluku masih nangkring di Zona Kuning alias Risiko Rendah.

Maka dari itu, Satgas ingatkan semua kalangan harus tetap taat aturan seperti wajib PCR untuk mobilitas dengan menggunakan transportasi udara sebagimana yang sudah ditetapkan pemerintah pusat berdasarkan masukan dan kajian dari pakar-pakar epidemiologi.

Hal itulah yang mendasari kebijakan wajib PCR ini diberlakukan.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, dr. Adonia Rerung. Foto : Istimewa

“Biar zona kita (Maluku) membaik, tapi jangan sampai kita lalai, ketika situasi seperti ini ternyata mobilitasi sangat tinggi, lintas provinsi, lintas kabupaten sangat tinggi. Ini rupanya ditakutkan Pemerintah Pusat agar jangan sampai seperti beberapa negara masuk gelombang ketiga (Covid-19). Makanya kita jangan lalai, jangan sampai kita terlena masuk gelombang ketiga, kita berdoa tidak terjadi, dari sisi epidemoilogi kita perlu menjaga diri, taat aturan,”pesan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, dr. Adonia Rerung saat diwawancarai terasmaluku.com Rabu (27/10/2021).

Terkait zonasi wilayah Covid ini, kata Rerung menambahkan di Maluku hanya ada tiga daerah yang masuk Zona Hijau yaitu Kabupaten Buru Selatan, Seram Bagian Timur (SBT) dan Kota Tual.

Sementara kabupaten/kota sisanya Zona Kuning. “Mudah-muadahan pekan depan kita (Maluku) sudah Zona (Hijau),”harapnya. (Sofyan Kastela)