Vaksinasi doo to door bagi Lansia di Kota Ambon

by
Seorang warga mendapat suntikan vaksin COVID-19 di vaksinasi massa di Lapangan Merdeka Kota Ambon, Maluku, Senin (4/10/2021). ANTARA FOTO/FB Anggoro.

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Pemerintah Kota Ambon menggencarkan vaksinasi dari rumah ke rumah yang diprioritaskan bagi warga lanjut usia (lansia) untuk mencapai kekebalan kelompok dari penularan COVID-19.

“Vaksinasi ‘door to door’ (dari rumah ke rumah) dimulai Senin Oktober dilakukan setiap puskesmas, untuk menjangkau lansia yang belum divaksin,” kata Juru Bicara Satgas COVID-19 Kota Ambon, Joy Reiner Adriaansz, di Ambon, Rabu (27/10/2021).

Ia mengatakan pihak puskesmas akan berkoordinasi dengan pengurus RT/RW, lurah, raja, dan camat guna mendapatkan informasi warga Kota Ambon usia lanjut yang belum divaksin.

“Kita targetkan mereka menjadi prioritas kita melakukan vaksinasi melalui vaksinasi ‘door to door’,” katanya.

Saat ini, capaian vaksinasi untuk lansia dari target 24.613 orang telah tercapai sebanyak 13,605 orang atau 55,3 persen untuk tahap satu dan 10.412 orang atau 42,3 persen untuk tahap dua.

Pemkot Ambon berusaha meningkatkan persentase vaksinasi bagi warga lansia yang merupakan salah satu kelompok rentan tertular COVID-19.

“Untuk keluar dari level dua menuju level satu, minimal lansia yang telah divaksin sebanyak 60 persen sehingga pemkot gencar untuk vaksinasi ,” ujarnya.

Berbagai upaya, kata Joy, dilakukan Pemkot Ambon yakni bekerja sama dengan bank penyalur pensiun, untuk menerapkan kartu vaksin saat pengambilan pensiun.

Seluruh lansia yang akan menerima pensiun, kata dia, diwajibkan menunjukkan kartu vaksin di bank atau lokasi pengambilan pensiun.

“Kita akan rapat dengan seluruh bank penyalur pensiun, agar lansia yang akan mengambil pensiun wajib menunjukkan kartu vaksin,” ujarnya.

Dia mengatakan saat ini Kota Ambon ada pada zona risiko rendah penularan virus dengan skorĀ 2,82.

“Jika kita tingkatkan vaksinasi lansia untuk capai 60 persen, maka ketika masuk zona hijau seluruh aktivitas sosial, perekonomian bahkan pendidikan bisa berjalan tentunya dengan penerapan protokol kesehatan,” katanya.

Pewarta : Penina Fiolana Mayaut/Antara
Editor : Maximianus Hari Atmoko