Berkat Mesin Press, Bank Sampah di Ambon Tembus Industri di Surabaya

by
Para pekerja bank sampah Bumi Lestari Maluku (BLM) tengah menyiapkan kardus sebelum dikirim menggunakan mesin press bantuan CSR Pertamina yang memudahkan kerja di lapangan, (29/10). FOTO Priska Birahy

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Beberapa pekerja tampak sibuk menggulingkan tumpukan kardus press di halaman. Sebagian lagi menyusun satu persatu kardus di bawah mesin untuk ditekan lalu diikat.

Aktivitas kesibukan ini sudah dimulai sejak pagi. Di bangunan seukuran 4×5 meter itu terdapat tumpukan sampah kardus, kertas serta mesin press. Pagi itu, para pekerja tengah dikejar waktu.

Gulungan kardus siap kirim di bank Sampah BLM Dusun Air Manis Desa Laha

“Ayo dipilih ditambah lagi kardusnya. Kerja cepat supaya oto (truk) datang tinggal bawa ke pelabuhan,” seru Listiyah Pendiri Bank Sampah Bumi Lestari Maluku (BLM).

Sejak tadi Listiyah ikut membantu kerja sekaligus mengawasi para anggota BLM mengemas sampah kardus. Maklum saja, pukul 14.00 WIT sampah harus diangkut menuju pelabuhan Yos Sudarso Ambon.

Ada target berat yang harus mereka capai agar sampah-sanpah ini siap kirim ke luar pulau.

Sampah yang telah disortir itu, akan diboyong menggunakan kontainer menuju Surabaya. Kali ini giliran sampah jenis kertas dan kardus.

Sampah di BLM berasal dari para nasbah. Mereka menyetor, menimbang lalu mendapatkan imbalan pada setiap penimbangan.

Listiyah dan para pengurus BLM menunggubhingga sampah ditakar cukup untuk dikirim ke industri besar pengolahan sampah di Surabaya.

Ini merupakan langkah besar dan melejit pesat. Capaian Bank Sampah BLM ini mampu menembus industri besar tak sampai setahun setelah mereka dibakli mesin press.

Dalam setiap kali pengiriman sampah krdus dan kertas bisa mencapai 14 ton untuk ukuran kontainer 20 feet. Jumlah ini terbilang maksimal bila dibandingkan sebelumnya. Tanpa mesin press, pengurus bank sampah kesulitan memaksimalkan sampah yang datang.

Pendiri bank sampah Bumi Lestari Maluku, Listiyah

Namun dengan adanya mesin press, hasil penjualan, kata Listiyah mampu menggerakan operasional BLM. Begitupun dengan pendapatan yang akan dibagi ke setiap nasabah bank sampah.

“Katong sekali kirim itu sampai 14 ton lebih. Nasabah-nasabah sangat aktif dan peduli. Ini juga berkat CSR Pertamina katong bisa dapat mesin press,” tutur perempuan berdarah Malang, Jawa Timur itu.

kehadiran mesin press bagi bank sampah BLM punya peran dan arti yang sangat besar. Melalui program CRS Pertamina sejak 2020, BLM menerima satu unit mesin press.

Tak hanya itu, para pengurus BLM yang berjumlah 8 orang juga dibekali dengan pelatihan kapasitas hingga sebuah unit motor tosa. Motor ini menunjnag aktivitas angkut sampah di BLM.

Kegigihan anggota BLM juga ditunjang dengan pengadaan gedung melalui program CSR Pertamina. Gedung ini difungsikan sebagai tempat menampung sampah kardus yang siap press untuk dikirim ke Pulau Jawa.

Seperti yang terlihat pagi itu, di halaman sudah ada beberapa gulungan sampah. Sementara di dalam mereka masih menyortir lalu menyusun kardus hingga rapi dan sesuai.

Dia mengakui, bantuan CSR ini diakuinya memudahkan jalan bagi para pengurus juga nasabah. Kiprah BLM yang masih tergolong skala kecil namun sudah punya dampak besar. Khususnya bagi warga di sekitar BLM, yaitu warga Dusun Air Manis, Desa Laha Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon.

Berawal dari sampah plastik, satu persatu warga mulai berpartisipasi dan menjadi nasabah. “Sampah itu mereka setor nanti tiap tiga bulan katong timbang. Nah hasilnya langsung terlihat. Jadi dong juga merasa dampak untuk pendapatnnya,” terangnya.

Dari situ, perjalanan sampah terus berkembang. Sejak berdiri pada 2018, BLM menunjukkan banyak progres. Baik itu untuk pengurus, nasabah maupun warga sekitar. Berbekal itu, CSR Pertamia yang hadir di BLM Dusun Air Air Manis kian menguatkan cita-cita bank sampah ini.

Yakni, warga sekitar semakin berdaya, lingkungan bersih bebas sampah serta membantu pemerintah kota Ambon kurangi beban sampah di TPA Toisapu.

Listiyah percaya hal kecil jika dilakuakn dengan telaten akan berdampak besar. BLM yang dimulai dari nasabah kecil 10 orang yang rutin menyetor sampah setiap pulang sekolah kini berkembang jadi 50 orang.

“Awalnya katong mulai dari anak kecil yang setor sampah. Setiap setor dapat reward berupa sembako dan uang, nah orang tuanya yang lihat jadi tertarik,” cerita Listiyah sambil membantu dua pengurus BLM cilik yang tengah merapikan sampah kertas.

Ola dan Oyang, dua orang pengurus BLM termuda. Ola putus sekolah sejak SD dan bekerja pada pemilik truk pengangkut batu. Sedangkan Oyang baru kelas 1 SMP dan bekerja membantu nenek di rumah.

Bermula dari mencari sampah kini mereka menjadi pengurus bahkan penentu ekonomi keluarga. ola tak lagi kerja dengan risiko tinggi. Remaja 22 tahun itu kini mengurus SDM bank sampah termasuk di lokasi press kardus. Oyang menyortir sampah kertas sebelum dikiirm ke Pulau Jawa.

Ola dan Oyang bersama anak-anak Laha dulunya memungut sampah dari tepi pantai, selokan atau tanah kosong sekitar bandara Pattimura. Dari situ mereka bisa memboyong semabko serta uang sejumlah Rp 300.000.

Pendapatan ini mereka gunakan sebagai uang jajan atau memabntu orang tua di rumah. Melihat dampak yang baik bagi anak-anak, kini para orang tua ikut terlibat. Mereka semakin giat dan aktif. Apalagi saran prasarana dari CSR Pertamina kian memudahkan gerap kerja bank sampah.

“Tujuannya katong bantu berkontribusi untuk kurangi sampah di TPA. Dan makin ke sini ada dia dampak ekonomi bagi warga, itu yang penting,” katanya. 

Kemajuan Bank Sampah BLM ini pun diakui oleh pihak Pertamina DPPU Pattimura sebagai penyalur program CSR Pertamina.

Pada 2021 kloter pertama jumlah atau volume pengangkutan sampah untuk diolah kembali mencapai 8.5 ton hanya untuk jenis kertas termasuk kardus.

Masih ada pengangkutan sampah lainnya di kloter kedua yang berarti membuktikan bahwa BLM turut menjadi aktor dalam pengurangan sampah di Kota Ambon.

Ini sebagai bukti keberhasilan Bank Sampah BLM menembus industri pabrik sampah Surabaya. Mereka juga telah mengantongi nomer induk berusaha dan nomor produk olahan sampah.

Pihak pertamina juga akan menunjang kerja BLM dengan adanya renovasi gedung gudang sampah serta pengadaan motor roda tiga untuk pengangkutan sampah. Akan ada pula

penambahan stakeholder dalam pengembangan Bank Sampah BLM. Sejauh ini mitra BLM adalah DLH Promal, DLH Kota Ambon, Dinas Koperasi dan UKM. (PRISKA BIRAHY)