Bentrokan Antar Warga di Malteng Satu Tewas, Situasi Kondusif

by
Aparat Kepolisian menghalau warga saat bentrokan di perbatasan Negeri Sepa dan Negeri Tamilouw Kecamatan Amahai Kabupaten Maluku Tengah, Senin (1/11/2021) Foto : tangkapan layar

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Satu warga tewas dalam bentrokan antar warga di Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), Senin (1/11/2021). Bahkan ada bom molotov meledak.

Bentrokan terjadi antara warga Dusun Rounnusa Negeri Sepa dan Negeri Tamilouw, Kecamatan Amahai, Malteng.

Kapolres Malteng, AKBP Rositah Umasugy mengungkapkan korban tewas merupakan warga Tamilouw akibat alami luka. “Korban tewas warga Tamilouw, Hasyim Tuharea,”terangnya saat dikonfirmasi Terasmaluku.com, Selasa (2/11/2021) pagi.

BACA JUGA : DAMAILAH, Situasi Aman Pasca Bentrok Warga di Malteng

Selain korban tewas, dua orang warga Tamilouw juga terluka terkena panah. Dua rumah kebun/walang dan tiga unit sepeda motor dibakar, serta pengrusakan 13 unit sepeda motor milik masyarakat Tamilouw.

Kapolres menjelaskan, penyebab bentrokan terkait batas wilayah antara kedua negeri tersebut. Apalagi kata Kapolres, ada tanaman milik warga Dusun Rounnusa yang diduga dirusak warga Negeri Tamilouw.

Sehingga tim DPRD Malteng yang tangani sengketa tapal batas melakukan pengecekan batas wilayah petuanan antar kedua negeri ini pada Senin (1/11/2021) siang di Dusun Lahati.

Pengecekan tapal batas melibatkan unsur Pemerintah Negeri Sepa, Tamilouw, perwakilan Pemkab Malteng, TNI dan Polri serta dikawal aparat Polres Malteng dan Polsek Amahai.

Namun belum ada keputusan terkait tapal batas dan lahan yang disengketakan itu status quo.

Kapolres mengatakan, sekitar pukul 13:40 WIT terjadi konsentrasi massa di Dusun Rounnusa. Mereka menuntut agar batas wilayah harus ditentukan, dan meminta ganti rugi atas tanaman milik warga yang dirusak.

“Pukul.14.30 wit, massa dari Dusun Rounussa dan Negeri Sepa langsung melakukan pengrusakan terhadap tanaman pisang dan kelapa milik masyarakat Negeri Tamilouw serta melakukan pemalangan jalan dengan merobohkan pohon di pinggir jalan Dusun Lahati Negeri Tamilouw,” jelas Kapolres.

Massa dari Negeri Tamilouw pun langsung bergerak sehingga terjadi aksi saling serang dengan menggunakan senjata jatam dan lemparan batu.

“Personil Polres Malteng dan Polsek Amahai yang sementara melaksanakan pengamanan pada Perbatasan antara Negeri Sepa dan Tamilouw mengeluarkan tembakan peringatan dan gas air mata bubarkan kedua massa,”kata Kapolres.

Kapolres pun turun ke lokasi dan meminta kedua kubu untuk membubarakan diri, namun lagi-lagi saling serang terjadi antar kedua kubu terjadi sehingga kembali dilakukan tembakan peringatan dan gas air mata sore hari.

“Saat personil Polri sementara menghalau masa dari Negeri Sepa dan Rohua/Rounnusa di jalan raya, tiba-tiba sekelompok warga Suku Naulu Dusun Rohua kurang lebih 100 orang muncul lewat gunung lengkap dengan panah, parang dan tombak menyerang warga Tamilouw di tepi jalan, sehingga warga Tamilouw lari menyelamatkan diri lewat pantai kembali ke Tamilouw,”terangnya lagi.

Bahkan kata Kapolres saat kondisi memanas itu, terdengar dua ledakan bom molotov dari Negeri Tamilouw. “Saya di lokasi itu sampai jam 2 malam (Selasa) dini hari,”imbuhnya.

Untuk mencegah bentrokan susulan, aparat keamanan Selasa (2/11/2021) akan dikirim lagi ke wilayah terdampak bentrokan. Apalagi Selasa, korban tewas akan dimakamkan.

Kapolres mengakui situasi keamanan di wilayah yang sebelumnya terjadi bentrokan sudah kondusif.

“Korban meninggal akan dimakamkan hari ini, tapi kita akan perkuat lagi ada tambahan personil Brimob, Polsek dan Polres serta Koramil Amahai,”pungkasnya. (Ruzady)