WALIKOTA: Jangan Remehkan Warga Saya Gagap Teknologi

by
Walikota Ambon Richard Louhenapessy

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Kekhawatiran di masyarakat mengenai cara bayar angkot dengan sistem kode batang (barcode) terjawab.

Walikota Ambon Richard Louhenapessy kembali menegaskan ide sistem bayar kode batang merupakan kesepakatan asosiasi angkutan umum dan Bank Mandiri.

Usai ramai pemberitaan tersebut, tak sedikit masyarakat yang protes. Penggunaan teknologi sebagai metode pembayaran masih dinilai canggung. Pemerintah Kota Ambon pun didesak untuk mencabut kebijakan itu.

Dalam kesempatan wawancara, Richard menegaskan hal itu bukan keputusan pemerintah kota.

“Kode batang itu kerjanya (kesepakatan) asosiasi sopir angkot dan bank Mandiri. Pemkot hanya pengawasan. Jadi saya mau cabut apa,” tanya Richard saat dijejali pertanyaan terkait sistem bayar angkot, Selasa (2/11/2021).

Walikota katanya tidak punya andil keputusan apapun dalam uji coba bayar dengan kode batang. Dia menerima protes masyarakat akan hal itu. Namun tidak membenarkan jika warga Ambon terkesan gagap teknologi.

“Nantinya mekanisme ini (teknologi) akan kita pakai. Tapi jangan remehkan warga saya gagap teknologi dong. Kalau tidak bisa pakai kode batang pakai tunai,” tegasnya.

Protes dan permintaan untuk meniadakan sistem bayar ini dinilai richard sangat melecehkan warga Ambon. Menurutnya warga kota punya kemampuan adaptasi yang baik dalam mengoperasikan gawai serta sejumlah fitur.

Jika ada sistem baru, sangat wajar ada yang lambat paham. Namun tak berarti warga Kota Ambon tidak bisa menggunakan sistem ini dalam bertransaksi.

“Bahwa ada yang seng bisa itu no problem. Tapi kita belum ada aturan itu,” katanya. (PRISKA BIRAHY)