Baru 8 Sekolah di Ambon yang Siap PTM, Salah Satunya SMP Negeri 6

by
Kondisi ruang belajar SMP Negeri 6 Ambon yang diberi sekat menyambut PTM dengan kapasitas separuh dari jumlah siswa di tiap ruangan, (3/11). Foto: Priska Birahy

TERASMALUKU.COM,AMBON, –  Hingga kini belum ada kepastian kapan dimulai pembelajaran tatap muka (PTM). Baru ada 8 sekolah yang siap menerapkan PTM. Itupun dengan syarat 80 persen siswa dan guru telah menerima vaksinasi covid-19.

Menurut Walikota Ambon Richard Louhenapessy, belum ada instruksi untuk PTM. Status zona wilayah di Ambon memang sudah aman. Yakni masuk di level 2. Sejumlah aktivitas telah berjalan normal. Hanya saja pemerintah tetap berhati-hati sebelum menerapkan PTM.

Pihak sekolah memberi tanda bulatan di lantai depan ruang kelas

Untuk itu dari sekian sekolah SD hingga SMP, baru ada delapan yang benar-benar siap. itu dilihat dari kesanggupan sekolah mengadakan prokes, pengaturan jam belajar hingga vaksinasi seluruh warga sekolah.

“Belum, belum ada instruksi untuk  PTM. Kami lihat nanti, baru ada delapan sekolah yang muridnya 80 persen vaksinasi,” kata Richard dalam kesempatan wawancara di Balai Kota.

delapan sekolah itu antara lain SMP Negeri 2, 4, 6, 8, 13, 18, SMP Santo Andreas Kalam Kudus, SMP Kristen Urimessing.

Sebagai warga, kata Richard berharap anaknya kembali bersekolah seperti sedia kala. Interaksi sosial dan belajar tatap muka menjadi hal yang dinanti para orang tua pun anak-anak.

Sepeti di SMP Negeri 6 Ambon. Seolah telah menyiapkan sejumlah aturan sebelum dimulai PTM. Pada tiap rang kelas telah dibatasi jumlah meja kursi.

Pihak sekolah juga memasang pembatas antar meja dari plastik dan pipa paralon. Di bagian emper atau teras ruangan, diberi penanda di lantai berjumlah 15 bulatan.

“Tanda ini untuk siswa apel masuk. Jumlahnya sama dengan meja kursi di dalam. Hanya boleh setengah dari jumlah siswa di kelas,” terang Humas SMP Negeri 6 Christine Weeflaar kepada wartawan saat ditemui pagi tadi, (3/11/2021).

Kepada wartawan, Christine menunjukan sejumlah kelas yang telah mereka siapkan. Terdapat pula spanduk dan poster mengenai protokol kesehatan. Tempat mencuci tangan juga jadwal sekolah.

Dia mengaku pihak sekolah siap dengan PTM. Bahkan beberapa waktu lalu ada rencana kunjungan tim satgas untuk melihat kesiapan sekolah sebelum para siswa dibolehkan ikut PTM.

“Kalau seng salah satgas katanya mau turun (meninjau) Jumat minggu lalu. Semua sudah siap. Kalaupun ada PTM itu terbatas dan katong ada dua shif sekolah,” jelasnya.

Jika nanti ada instruksi PTM oleh dinas pendidikan maka jadwal sekolah terbagi menjadi dua gelombang. Pertama pukul 08.00 WIT – 12.30 WIT dan 13.00 – 16.00 WIT. Jumlah siswa di tiap ruang kelas 15 orang.

Dari total 1.219 orang, 927 siswa telah divaksinasi. Sebagian yang belum adalah siswa dengan penyakit bawaan dan yang belum genap 12 tahun atau masih berada di kelas VII.

Sedangkan para guru seluruhnya sudah menerima vaksin. Hanya satu guru yang belum dengan riwayat peyakit asma dan dalam pengawasan dokter.

“Rata-rata orang tua dan siswa memang mau skeolah. Dong su bosan belajar seng ada interaksi langsung. Anak-anak juga minim pengawasan kalau orang tua semua kerja,” akunya.

Hingga kini para siswa mesih belalar dengan sistem daring dari rumah. Hanya beberapa kali merka datang ke sekolah untuk menyerahkan tugas ke guru. (PRISKA BIRAHY)