Sekda SBB di Bui

oleh
Sekda SBB, Mansur Tuharea, tersangka kasus dugaan tipikor Anggaran Belanja Langsung pada Setda SBB Tahun 2016 saat digiring ke mobil tahanan Kejati Maluku usai jlni pemeriksaan di kantor Kejati Maluku, Ambon, Rabu (10/11/2021) sore. Foto : Istimewa

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Sekda SBB, Mansur Tuharea, tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi Anggaran Belanja Langsung pada Sekretariat Daerah Kabupaten Seram Bagian Barat (Setda SBB) Tahun 2016 dijebloskan ke Rutan Kelas IIA Ambon, Rabu (10/11/2021) sore usai diperiksa di Kejaksaan Tinggi Maluku.

Sekda Mansur merupakan salah satu dari lima tersangka kasus dugaan tipikor dengan nilai kerugian negara Rp. 8,6 miliar. Mansur ditetapkan bersama empat orang sebagai tersangka dalam kasus ini.

Kejati Maluku Tetapkan 5 Tersangka Korupsi Dana Setda SBB, Salah Satunya Inisial MT

Ia langsung dijebloskan ke balik jeruji besi usai jalani pemeriksaan di kantor Kejaksaan Tinggi Maluku, Rabu sore menyusul empat rekan tersangka lainnya yang lebih dulu djebloskan ke Rutan Ambon oleh Penyidik Kejati Maluku Senin (8/11/2021).

Empat Tersangka Korupsi Setda SBB Dijebloskan ke Rutan, Tersangka Mansur Tuharea Tak Hadir

Sekda Mansur diperiksa Tim Penyidik Kejati Maluku sejak pukul 11:00 WIT.

Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Maluku, M. Rudi mengatakan selama pemeriksaan, Sekda Mansur dicecar 40 pertanyaan oleh Penyidik Korps Adhyaksa.

Tersangka akan jalani penahanan dalam tahap penyidikan selama 20 hari kedepan.

“Hari ini (pemeriksaan tersangka) MT, jabatan Sekretaris Daerah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) tadi ada 40 pertanyaan dengan kesimpulan penyidik lakukan penahanan sebagai tersangka selama 20 hari kedepan terhitung mulai hari ini (Rabu) yang kami tempatkan di Rutan Ambon,”tandasnya kepada wartawan di kantor Kejati Maluku.

Ditambahkan Aspidsus, Penyidik Kejati Maluku akan mengupayakan secepatnya berkas perkara Sekda Mansur Cs dapat segera dilimpahkan ke Pengadilan untuk disidangkan.

Sementara Kuasa Hukum Sekda Mansur, Fachri Bachmid mengatakan pihaknya menghargai proses hukum yang ditegakkan Kejati Maluku.

BACA JUGA :  Eksplorasi Pantai Dender Untuk Proyek Jalan Pulau Banda Dihentikan

“Kita hargai saja bahwa memang itu proses yang harus dijalani sebagaimaa semestinya,”kata Fachri. (Ruzady)

No More Posts Available.

No more pages to load.