Soal Dugaan Keterlibatan Mantan Bupati SBB di Kasus Korupsi Bersama Sekda, Ini Jawaban Kejati Maluku

oleh
Aspidsus Kejati Maluku, M. Rudi. Foto : terasmaluku.com

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Mantan Bupati Seram Bagian Barat (SBB), Jacobus F. Puttileihalat dikabarkan punya keterkaitan dalam kasus dugaan korupsi yang menyeret Sekda SBB, Mansur Tuharea.

Dalam Kasus dugaan korupsi Anggaran Belanja Langsung Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten SBB Tahun 2016 yang rugikan negara mencapai Rp. 8,6 miliar dari total anggaran senilai Rp. 18 miliar ini, Kejati Maluku tetapkan lima orang tersangka. Satu diantaranya Sekda Mansur Tuharea.

Kini Sekda SBB, Mansur Tuharea Cs dijebloskkan ke Rutan Kelas IIA Ambon.

Sekda SBB di Bui

Empat Tersangka Korupsi Setda SBB Dijebloskan ke Rutan, Tersangka Mansur Tuharea Tak Hadir

Kejati Maluku Tetapkan 5 Tersangka Korupsi Dana Setda SBB, Salah Satunya Inisial MT

Bob Puttileihalat adalah Bupati SBB selama dua periode, 2006-2011 dan 2011-2016.

Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Maluku, M. Rudi yang dikonfirmasi wartawan terkait dugaan keterlibatan Bob Puttileihalat, sapaan mantan Bupati SBB itu dalam kasus ini, mengaku dalam proses penyidikan, nama Bob Puttileihalat tidak pernah disebutkan.

Aspidsus Kejati Maluku, M. Rudi. Foto : terasmaluku.com

“Tidak ada. Jadi untuk sementara kami penyidik hanya mentapkan lima orang tersangka dalam perkara ini,”kata Rudi menjawab wartawan di kantor Kejati Maluku, Rabu (10/11/2021).

Begitu juga menyinggung apakah Bob pernah diperiksa penyidik atau tidak terkait kasus ini, kata Aspidsus lagi, Bob belum pernah diperiksa baik di tahap penyelidikan maupun penyidikan.

Namun tidak dipungkirinya ada kemungkinan kasus ini bisa berkembang dengan tersangka lain.

Hanya saja terkait kemungkinan bertambahnya tersangka dalam kasus ini akan dilihat dari alat bukti baru yang terkuak saat proses persidangan lima tersangka.

“Malah nanti bisa berkembang, nanti kita lihat proses persidangan, (karena) kami belum temukan alat bukti yang mengarah ke yang lain. Jadi sementara lima tersangka,”tandasnya. (Ruzady)

BACA JUGA :  Presiden Jokowi dijadwalkan jalani vaksinasi COVID-19 pada 13 Januari

No More Posts Available.

No more pages to load.