DPRD Ambon Dukungan Pemekaran Jazirah Salahutu

by
Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, Kepala BKPM RI, Bahlil Lahadialia dan Gubernur Maluku, Murad Ismail mendengarkan paparan dari Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku, di perbatasan Waai dan Liang, Kecamatan Salahutu, Maluku Tengah pada Jumat (5/2/2021). FOTO : DOK. (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-AMBON-DPRD Kota Ambon mendukung wacana pemekaran Jazirah Leihitu dan Salahutu menjadi Kabupaten Kepulauan Ambon.

Wacana ini dilontarkan Walikota Ambon Richard Louhenapessy sebagai dampak pembangunan strategis nasional, Ambon New Pork yang direncanakan di kawasan Kecamatan Salahutu.

Dampak pembangunan Ambon New Port bisa mensejahterakan masyarakat di Leihitu dan Salahutu, sehingga pemekaran Kabupaten Kepulauan Ambon penting dilakukan.

Kecamatan Salahutu dan Kecamatan Leihitu yang berada di Pulau Ambon merupakan wilayah Kabupaten Maluku Tengah.

“Pemekaran itu positif sekali untuk kepentingan masyarakat di Pulau Ambon,” kata Wakil Ketua DPRD Kota Ambon, Rabu (11/11/2021).

Apalagi menurut dia, Ambon New Port dapat membawa kesejahteraan bagi masyarakat, sehingga pemekaran Salahutu dan Leihitu sangat menguntungkan.

“Kalau ada pemekaran pembangunan di daerah Leihitu-Salahut bisa merata,” katanya.

Dia menjelaskan, dengan pemekaran, maka ada tambahan anggaran dari pusat. Namun Rustam mengakui tahapan pemekaran sebuah daerah tidak mudah.

Karana harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan oleh Undang-Undang. Selain itu harus ada kajian yang komprehensif untuk melakukan pemekaran Leihitu-Salahutu.

“Pemekaran itu kebutuhan, tapi tahapan tidak mudah karena harus diusulkan dan dibuat undang undang lagi,” ujarnya.

Anggota DPRD Kota Ambon, Gunawan Mochtar juga memberikan dukungan agar Leihitu-Salahutu harus menjadi prioritas dalam pemekaran menjadi Kabupaten Kepulauan Ambon.

“Saya selaku anak daerah sangat apresiasi untuk Kabupaten Kepulauan Ambon, itu sangat bagus, saya rasa itu usulan yang tepat dan harus diprioritaskan,” katanya. (ALFIAN)