Hidup Merupakan Sebuah Perjalanan

by
Abdul Jamil Al Rasyid. FOTO : Dok. Pribadi

HIDUP adalah sesuatu yang masih memiliki nyawa, masih bergerak, sadar dan masih berpikir. Manusia hidup tentu harus memiliki sebuah harapan. Manusia hidup diatas dunia tentu berdampingan dengan manusia lainnya. Manusia hidup berdampingan dengan makhluk lainnya contohnya binatang, tumbuhan dan lain-lain. Manusia tentu memiliki pasang surut dalam kehidupan, ada waktu untuk gembira, ada waktu untuk sedih. Hidup manusia terkadang diatas dan juga terkadang dibawah. Maka hal ini tergantung dari bagaimana manusia itu sendiri menyikapinya.

Perjalanan adalaah proses pergerakan dari satu tempat ke tempat lain. Proses untuk sampai dari tujuan awal ke tujuan akhir. Perjalanan sendiri tentu memiliki lika-liku, sama halnya dengan jalan yang dibangun, ada lurus, ada juga berbelok. Jalan dibuat untuk melakukan perjalanan agar kita sampai ke tujuan. Begitulah makna perjalanan, ada usaha, gerakan dan cara agar kita sampai pada tujuan. Tanpa usaha dan diiringi doa, maka perjalanan kita tidak akan sampai.

Seperti halnya yang dikatakan diatas, manusia hidup diatas dunia diibaratkan sebuah perjalanan, misalnya dari Kota A ke Kota B. Banyak hal dam rintangan yang dihadapi manusia sebelum sampai ke tempat tujuan. Lika-liku dalam kehidupan, baik suka dan duka, wajib dilalui oleh manusia ketika melakukan perjalanan. Perjalanan hidup manusia sama halnya dengan kita berjalan diatas jalan yang becek, jalan yang rusak dan jalan yang tidak rusak juga

Perjalanan manusia untuk hidup diatas dunia memiliki hubungan yang penting. Misalnya perjalanan pertemanan antara Si A dan Si B. Maka sering berjalannya waktu, hubungan pertemanan tentu tidak mulus saja, ada banyak rintangan yang dihadapi, sama halnya dengan jalan yang tidak serta merta lurus saja. Dari perjalanan tersebut kita bisa mengambil pelajaran/hikmah agar kelak kita bisa menyelesaikan sebuah masalah baik dengan teman, keluarga, sahabat dan lain-lain.

Manusia diatas dunia tentu diciptakan oleh tuhan. Maka manusia wajib menyembah tuhan. Proses menyembah tuhan inilah yang dinamakan perjalanan agar sampai kepada kampung akhirat. Kita diciptakan oleh tuhan untuk menyembah-Nya. Apabila kita sudah meninggal diatas dunia, maka perjalanan kita telah usai, bisa dikatakan bahwa perjalanan kita telah diberhentikan oleh tuhan. Maka daro itu sebelum kita sampai kepada tuhan, kita tentu mempunyai bekal yang banyak sebelum kita menghadapi pencipta kita.

Proses mengamalkan bekal inilah yang dinamakan perjalanan kita. Ada belokan, tikungan tajam kita dalam menyembah tuhan kita. Ada rintangan yang dihadapi dalam menyembah Tuhan kita, maka hal ini tentunya kita sadari. Dari proses itu kita tentu mendapat pelajaran yang berharga agar kita menghentikan segala larangan-larangan yang diberikan Tuhan kita. Perjalanan kita menghadapi tuhan kita seperti ini yang paling sulit. Berbeda halmya dengan perjalanan kita mendapatkan cinta. Apabila kita melakukan apa yang dilarang tuhan kita, maka kita bisa saja dicap oleh tuhan kita tidak baik. Maka hal ini perlu kita perhatikan dalam perjalanan kita terhadap tuhan kita.

Oleh karena hal ini, perjalanan tentu ada dua, yang pertama perjalanan terhadap manusia, perjalanan ini penting untuk dilakukan karena kita diatas dunia tentu memiliki hubungan yang bai dengan manusia lainnya. Lika-liku perjalanan ini harus kita lalui, walaupun pahit. Dari kepahitan tersebut kita tentu belajar bagaimana kita supaya tidak terjerumus lagi dalam sebuah hal. Perjalanan yang kedua yaitu perjalanan menghadap tuhan kita, kita diciptakan oleh tuhan kita, kira disuruh untuk menyembah-Nya, maka kita tentu harus melalui semua ini sebelum sampai ke kampung kita sebenernya yaitu akhirat.

Dari kedua perjalanan disaat tentu kita harus melalui keduanya. Kita ibaratkan saja kita dengan sebuah mobil, maka mobil ini tentu di jalan yang berlubang, tidak akan kita tempuh, karena bisa saja menyebabkan kerusakan. Begitu juga dengan perjalanan kita, apabila kita melakukan hal yang tidak baik, maka inilah yang harus dihindari. Kita bisa berpikir untuk menempuh perjalanan mana yang baik untuk dilalui oleh diri kita. Karena manusia mempunyai daya pikir agar kita gunakan untuk berpikir. Begitulah sebuah perjalanan karena manusia hidup diatas dunia adalah seperti melakukan sebuah perjalanan.

Penulis adalah Abdul Jamil Al Rasyid Mahasiswa Sastra Minangkabau Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas Padang