Pungut di Sekitar Rumah, George Manuhua Gelar Pameran Instalasi Sampah Plastik

by
Pendiri Beta Bank Sampah George Manuhua berpose di bawah ribuan botol plastik pada pameran Instalasi Sampah Palstik di Hative Besar, (25/11). FOTO: Prisma Birahy

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Ribuan sampah plastik di Ambon tidak berakhir hanya di tempat sampah. Oleh George Manuhua, sampah-sampah itu dijadikan instalasi apik dalam sebuah pameran instalasi sampah plastik.

Geroge yang disapa Jo ini menjadikan pekarangan rumahnya sebagai ruang pamer instalasi sampah. Ada tirai warna warnai berbahan tutu botol plastik di bagin depan.

Anak-anak sekitar rumah yang juga nasabah bank sampah sedang melihat ruang pamer Instalasi Sampah Plastik

Begitu disingkap, pada langit-langit ruang tengah terdapat sedotan plastik yang dirangkai menjuntai.

Pada salah satu sisi dinding terdapat berbagai tulisan mengenai fakta samapah plastik. Sementara di sisi lain terpampang piagam penghargaan yang dibingkai manis.

Sebelum pengunjung melangkah ke bagian kedua ruang pamer terdapat sekat yang juga dibuat dari sampah plastik.

Ada sampah masker bekas yang juga dihadirkan di ruang pamer

“Ini beta pakai bekas sampah gelas plastik. Jumlahnya ada 3.640 gelas air dalam kemasan,” kata Jo kepada Terasmaluku.comsaat berkunjung ke ruang pamer hari kedua di rumahnya Kawasan Hative Besar Kecamatan Teluk Ambon, Kamis (25/11/2021).

Ribuan gelas plastik itu dia dapat dari sampah yang ada di sekitar rumahnya. Jo bersama para nasabah cilik Beta Bank Sampah serta pemuda sekitar mencari sampah gelas plastik.

Ada yang sudah lama tersimpan sementara sisanya mereka temukan di parit, pantai, laut, pekarana hingga kios-kios kecil milik warga. Semua disapu bersih.

Instalasi sekaligus ruang edukasi tentang sampah ini juga diisi dengan 1.960 botol plastik. Baik itu boto; miunman, maupun botol bekas oli, pembersih lantai dan lainnya. Nah botol-botol itu dia rangkai menjadi instalasi plafon di ruang bagian tengah.

“Beta tempatkan palet kayu di bawah. Pengunjung yang mau foto bisa menggunakan sudut foto bawah supaya keliatan plafon plastiknya,” lanjut penerim penghargaan Komunitas Lingkungan yang Berjasa Dalam Upaya Pengelolaan Sampah dan Penghijauan oleh pemerintah Kota Ambon.

Untuk melengkapi pameran instalasi Sampah lastik yang berlangsung dari 24 – 30 November itu, dia membikin kategori sampah lantas dipajang.

Seperti sampah earphone, sandal jepit, masker medis bekas, botol kaca. Sampah itu dia masukan ke wadah palastik, lalu diberi keterangan masa bertahan sampah di alam sampai musnah.

Dengan begitu anak-anak atau pengunjung dapat lebih mengenali jenis dan lama sampah bertahan di alam.

George Manuhua bersama beberapa penghargaan yang diterima Beta Bank Sampah

Pada sore menjelang malam, Jo dan teman-teman komunitas membuka kelas mendaur ulang sampah untuk anak-anak sekitar. Mereka juga memutar sejumlah video edukasi mengenai sampah di ruang pamer bagian belakang.

Pengunjung yang ingin melihat dan merasakan langsung pameran instalasi sampah, bisa bertandang ke Hative Besar mulai pukul 12.00 WIT – 20.00 WIT. (PRISKA BIRAHY)