Giliran 8 Pendamping Pansus Diperiksa Jaksa Kejari Ambon

by
Kantor DPRD Kota Ambon di kawasan Belakang Soya, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon. Foto : terasmaluku.com

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Tim Penyelidik Kejaksaan Negeri Ambon kembali lanjutkan proses penyelidikan kasus dugaan korupsi anggaran di DPRD Kota Ambon.

Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Ambon, Djino Talakua mengungkapkan, Rabu (1/12/2021), giliran delapan orang saksi lagi yang dipanggil untuk jalani pemeriksaan di kantor Kejari Ambon.

Masing-masing inisial DAK, NT, FACN, HPS, HT, AM, AD dan VSP.

Para saksi yang digarap Jaksa Penyelidik ini merupakan Pendamping Panitia Khusus (Pansus). “Hari ini delapan orang saksi diperiksa, semua dari Pendamping Pansus,”kata Djino, Rabu sore.

Para saksi ini jalani pemeriksaan sejak pukul 09:00 WIT dan berakhir pada Rabu malam sekitar pukul 19:00 WIT.

Mereka dicecar 20 hingga 30 pertanyaan selama jalani pemeriksaan.

Tercatat, sudah 34 saksi yang telah digarap Jaksa Penyelidik Kejari Ambon dalam mengusut kasus dugaan korupsi yang satu ini.

Yakni Sekwan DPRD Kota Ambon, Steven Dominggus, Kepala Bagian Pengawasan Penganggaran, JP, Kepala Bagian Tata Usaha (TU), MP, Kepala Bagian Legislasi LS dan Bendahara, SS pada Kamis 19 November.

Selanjutnya pada Jumat 20 November 2021, giliran saksi FN selaku PPK Belanja Biaya Rumah Tangga, FT selaku PPK Belanja Peralatan Kebersihan dan Bahan Pembersih, HM selaku PPK Belanja Alat Listrik dan Elektronik serta LN selaku PPK Pembahasan Anggaran.

Selanjutnya pada Senin 22 November, JT selaku Kasubag Keuangan Sekretariat Dewan Kota Ambon, CP selaku PPTK Kegiatan Perda Makan Minum, EL selaku PPK Kegiatan Perjalanan Dinas dan HT selaku Staf Bagian Keuangan Setwan Kota Ambon yang telah diperiksa.

Dan Rabu 24 November giliran kontraktor pengadaan atau pihak ketiga yang diperiksa JK dari CV. Dua Gandong dan RS dari CV. Surya Abadi Pratama serta JP pegawai pada Sekretariat DPRD Kota Ambon.

Kemudian pada Kamis 25 November eks Sekwan, Elkyopas Silooy yang kini jabat Asisten I Bidang Pemerintahan Setkot Ambon dan tiga pegawai Sekretariat DPRD Kota Ambon, YS, MY dan AS juga telah diperiksa. (Ruzady)