Desa Bomaki, Tanimbar Dipersiapkan SKK Migas-KKKS Pamalu Untuk Usaha Ekowisata

by
Dari Kiri: SKK Migas Perwakilan Papua dan Maluku, Dolmince Karsau, perwakilan MPU pemilik lahan, Direktur Utama PDAM Bapak Roni The (sebagai adopter tanaman Penghijauan di Sumber Air Minum), Daniel Mitakda (perwakilan masyarakat Bomaki yang Adopsi Tanaman di Lokasi rencana Taman Buah), Ketua Yayasan SorSilai Simon Lolonlun, Selasa (30/11/2021). FOTO : SKK Migas Pamalu

TERASMALUKU.COM,-Bertempat di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 25 September 2015, para pemimpin dunia yang berkumpul telah menyepakati adanya agenda bersama untuk mengupayakan pencapaian Tujuan Pengembangan Berkelanjutan (Suistainable Development Goal’s – SDG’s) sebagai kesepakatan gerakan bersama untuk pembangunan global yang berkelanjutan.

Sejalan dengan gerakan tersebut, sebagai bagian dari Program Pengembangan Masyarakat (PPM), bersama seluruh KKKS wilayah Papua dan Maluku (Pamalu), SKK Migas ingin terus mengupayakan pencapaian Tujuan Pengembangan Berkelanjutan (SDG’s) melalui PPM bidang Lingkungan khususnya di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

SKK Migas – KKKS Pamalu melakukan penanaman pohon agroforestri sebagai bagian dari rencana mendorong hadirnya unit unit usaha kreatif Ekowisata di Desa Bomaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Penanaman pohon ini nantinya dapat menuju sasaran keberlanjutan SDG’s terutama No. 13 yakni Penanganan Perubahan Iklim , No. 15. keberlanjutan ekosistem darat, dan diharapkan turut membantu mewujudkan tujuan No. 11 yaitu Kota dan Pemukiman yang berkelanjutan, serta nantinya turut menyasar tujuan No 1.

Bertepatan dengan rencana hari menanam pohon Indonesia, yang dirayakan pada setiap tanggal 28 November, SKK Migas-KKKS Pamalu yang didukung oleh Mitra kerja lingkungan yang berada di Saumlaki, Yayasan Sor Silai, mulai menginisiasi pembersihan lahan yang akan dipersiapkan sebagai rencana lokasi ekowisata hasil tanaman perkebunan buah buahan, bekerja sama dengan pemilik lahan Felisianus Mitakda, yang juga merupakan pendiri dan Ketua Pertama Yayasan Sor Silai pada lahan seluas 2 Hektar.

Lokasi penanaman hingga sebanyak 1.800 pohon tanaman agroforestri terletak diatas bukit, namun berdekatan dengan pemukiman penduduk dan terlalui jaringan air PDAM yang dimiliki Kapubaten, sehingga dapat mempermudah proses perawatan tanaman perkebunan tersebut oleh para Masyarakat Pengerak Usaha (MPU) yang telah diberikan pembinaan dan pendampingan secara berkala.

Para MPU, yang merupakan masyarakat di sekitar lokasi turut diberdayakan bersama sama, untuk mewujudkan hadirnya lokasi lokasi Ekowisata di kemudian hari, karena bibit bibit tanaman yang telah ditanam merupakan bagian dari telah hadirnya Bank Bibit SKK Migas – KKKS yang dikelola oleh Yayasan Sor Silai, untuk dipinjamkan kepada unit unit usaha perkebunan.

BACA SELANJUTNYA