Diselundupkan ke Kalimantan, 7 Ekor Satwa Endemik Maluku Dipulangkan

by
Satwa endemik Maluku. Foto : BKSDA Maluku

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Tujuh ekor satwa endemik Maluku yang sempat diselundupkan ke Kalimantan Timur dipulangkan lagi ke Maluku.

Tujuh ekor satwa endemik Maluku yang dikembalikan BKSDA Kaltim ini terdiri dari 6 ekor Kakatua Koki (Cacatua gallerita) dan 1 ekor Kasturi Ternate (Lorius garrulus) dan diterima langsung Kepala BKSDA Maluku, Danny H. Pattipelohy dari perwakilan BKSDA Kaltim, Dheni Mardiono di Komplek Pergudangan Angkasa Pura I Cabang Bandara Pattimura Ambon, Selasa 30 November.

Burung Kakatua Koki (Cacatua gallerita) dan Kasturi Ternate (Lorius garrulus) merupakan satwa asli dan endemik Kepulauan Maluku dengan salah satu lokasi penyebaran alaminya berada di Kepulauan Aru di Provinsi Maluku dan Pulau Halmahera di Provinsi Maluku Utara.

Kepala Balai KSDA Maluku Bapak Danny H. Pattipelohy (kiri) dan perwakilan BKSDA Kalimantan Timur, Dheni Mardiono pada
penyerahan satwa translokasi di Komplek Pergudangan Angkasa Pura I Cabang Bandara Pattimura Ambon, Selasa (30/11/2021)

“Satwa liar yang ditranslokasikan tersebut merupakan barang bukti kejahatan peredaran dan kepemilikan satwa secara illegal dan sudah mempunyai kekuatan hukum yang tetap dari Pengadilan Negeri Samarinda,”kata Kepala BKSDA Maluku, Danny H. Pattipelohy.

Saat ini, satwa liar endemik Maluku ini sedang diistirahatkan di Kandang Transit Passo di Kota Ambon untuk proses pemulihan fisik dan kesehatannya.

Rencananya dalam beberapa hari kedepan akan dilakukan pemeriksaan ulang kesehatan satwa oleh dokter hewan dari Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Ambon sebelum satwa-satwa tersebut dibawa untuk dilepasliarkan di habitat aslinya.

“Pelepasliaran di habitat aslinya akan dilakukan di kawasan konservasi Suaka Margasatwa (SM) Pulau Baun di Kabupaten Kepulauan Aru, Provinsi Maluku dan Cagar Alam (CA) Pulau Obi di Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara,”sambungnya.

Dipilihnya kawasan konservasi SM. Pulau Baun dan CA. Pulau Obi sebagai lokasi pelepasliaran dikarenakan kawasan konservasi tersebut merupakan salah satu habitat asli dari burung Kakatua Koki (Cacatua gallerita) dan Kasturi Ternate (Lorius garullus), selain itu kondisi hutan yang masih bagus dan terjaga dengan potensi sumber pakan alami yang melimpah sangat cocok menjadi habitat baru satwa liar tersebut untuk dapat hidup dan berkembang biak.

Dia berpesan, satwa-satwa liar ini harus dijaga dan dilestarikan di habitat aslinya karena satwa-satwa tersebut merupakan salah satu satwa endemik yang penyebaran alaminya terbatas hanya berada di wilayah Kepulauan Maluku. (Ruzady)