Akibat Minta Jatah Saat Pergoki Remaja Mesum, Oknum Guru SD di Bursel Tersangka, 12 Tahun Penjara Menanti

by
Tersangka kiri) saat digelandang ke Rutan Polres Pulau Buru. Foto : Humas Polres Pulau Buru

TERASMALUKU.COM,-AMBON-LOS (30), oknum Guru salah satu Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Waesama, Kabupaten Buru Selatan resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus pemerkosaan.

BACA JUGA : Diduga Perkosa Seorang Gadis, Oknum Guru SD di Bursel Dilaporkan ke Polisi

BACA JUGA : Berawal Tangkap Basah Korban Lagi “Begituan” Sama Pacar, Oknum Guru SD di Bursel Minta Jatah

BACA JUGA : Oknum Guru SD di Bursel Diamankan Polisi

Paur Subbag Humas Polres Pulau Buru, Aipda M.Y.S Jamaludin

LOS masih berstatus Guru honorer. “Sudah ditetapkan sebagi tersangka,”kata Paur Subbag Humas Polres Pulau Buru, Aipda M.Y.S Jamaludin saat dikonfirmasi Rabu (8/12/2021) dari Ambon.

Tersangka dikenai Pasal 285 KUHPidana dan terancam hukuman penjara selama 12 tahun maksimal.

Saat ini, tersangka mendekam di balik jeruji besi pada Rutan Pulres Pulau Buru di kota Namlea, Kabupaten Buru.

Tersangka dijebloskan ke Rutan Polres Pulau Buru. “Tersangka ditahan di Rutan Polres Pulau Buru selama 20 hari kedepan,”sambungnya.

Sekedar tahu, kasus pemerkosaan yang dilakukan tersangka ini berawal dari tersangka pergoki sepasang remaja inisial WAW (18) dan LSO yang tengah pacaran dan berbuat mesum di talud belakang rumahnya pada 19 November lalu sekitar pukul 21:00 WIT.

Karena kepergok, LSO kabur tinggalkan WAW yang tak lain korban. Korban sendiri tak bisa berbuat banyak karena saat kepergok, tangannya langsung dipegang tersangka, disisi lain, kroban juga belum sempat memakai celana.

Tersangka kemudian minta jatah kepada korban untuk dilayani hubungan badan sembari mengancam jika tak dilayani maka perbuatan korban dan pacarnya akan dilaporkan kepada orang tua korban dan Kepala Desa.

Korban menolak permintaan tersangka, namun karena tersangka terus mengancam, korban akhirnya menyerah.

Kasus ini pun akhirnya dilaporkan ke Polsek Waesama 10 hari kemudian pasca kejadian. (Ruzady)