Sambut Natal dan Tahun Baru, BI Maluku Siapkan Uang Tunai Rp 1,13 Triliun

by
Ilustrasi: Karyawan menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di kantor sebuah bank di Jakarta. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/wsj.

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku menyiapkan uang tunai Rp1,13 triliun guna mengisi kebutuhan uang bagi masyarakat dalam menghadapi perayaan Natal hingga memasuki tahun baru 2022 di daerah ini.

“BI Maluku sudah melakukan koordinasi dengan teman-teman perbankan yang ada di daerah ini sebagai persiapan kebutuhan masyarakat menjelang hari raya maupun memasuki tahun baru,” kata Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Maluku, Noviarsano Manullang, di Ambon, Senin (20/12/2021).

Uang tunai tersebut didistribusikan ke perbankan. Jumlah tersebut kalau dibandingkan dengan persiapan 2020u, ada peningkatan sekitar Rp117 miliar atau 11,4 persen.

Menurutnya, jumlah uang ini juga sudah meliputi uang yang ada di kas titipan pada tiga wilayah kerja BI Maluku yakni di Namlea, Saumlaki dan Fak-Fak , Papua Barat.

Jumlah uang itu terbanyak adalah pecahan besar yang jumlahnya mencapai Rp995 miliar, sedangkan pecahan uang kecil mencapai Rp64 miliar. Dengan demikian, bagi masyarakat yang membutuhkan uang pecahan kecil dapat melakukan penukaran pada bank-bank umum yang ada di daerah tersebut.

“Kalau di BI Maluku kebijakannya sampai sekarang yang sudah dilakukan penukaran adalah uang rusak. Jadi di BI tidak dilakukan penukarang uang pecahan kecil,” ujar Noviarsano.

Kemudian dalam konteks untuk menukarkan uang rusak ini BI Maluku juga sudah menyiapkan sebuah aplikasi yang bisa diakses di https://pintar.bi.go.id. Jadi bisa lewat aplikasi tersebut kalau mau menukar uang rusak bagi masyarakat maupun perbankan.

Noviarsano mengemukakan, dengan adanya aplikasi ini bisa dipilih waktunya untuk penukaran, jadi masyarakat  tidak perlu berlama-lama atau antri, apalagi sekarang ini dalam kondisi pandemi COVID-19.

Kantor Perwakilan BI Maluku mengedepankan koordinasi  bersama bank-bank yang ada di daerah ini  agar lebih memantapkan cara guna mengantisipasi kekosongan uang di ATM-ATM yang ada saat Natal dan Tahun baru.

“Antisipasi kekosongan uang di mesin ATM  bisa saja terjadi , karena banyaknya jumlah uang yang ditarik oleh masyarakat, tetapi kita tetap melakukan koordinasi  dengan pihak bank agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat  saat Natal dan memasuki Tahun baru,” kata Noviarsano.

Pewarta : Jimmy Ayal/Antara
Editor : Alex Sariwating